• Home
  • Hukrim
  • Seorang Warga Tewas Saat Padamkan Karhutla di Meranti

Seorang Warga Tewas Saat Padamkan Karhutla di Meranti

Selasa, 18 Maret 2014 12:06 WIB

SELATPANJANG - Kebakaran hutan dan lahan di Riau sampai saat ini sudah merenggut tiga nyawa. Mereka tewas akibat penyakit, terbakar, dan saat kecelakaan saat memadamkan api.

Data Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau menyebutkan, korban tewas pertama merupakan warga Kabupaten Pelalawan. Ia meninggal setelah penyakit asmanya semakin parah akibat kabut asap.

Korban kedua adalah Muhammad Adli (63), warga Desa Sungai Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

”Korban mengalami luka bakar di punggung, diduga akibat terjatuh di lahan gambut yang terbakar,” jelas Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad, Selasa (18/3/2014).

Ia menjelaskan, jasad Adli pertama kali ditemukan Bendahara Desa Sungai Gayung, Rauwil Lisan (26), dalam kondisi telungkup di pinggir jalan pada Sabtu 8 Maret 2014.

Korban terakhir yakni seorang karyawan PT Surya Dumai Agrindo (SDA). Ia tewas saat memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Bengkalis.

”Korban meninggal bernama Muslim (30), karyawan pemadam kebakaran yang bekerja saat mencoba padamkan api agar tidak merambat masuk ke kebun,” jelas Humas PT SDA, Alfian.

Alfian mengatakan, Muslim tewas pada Sabtu 15 Maret 2014 malam, saat mencoba memadamkan kebakaran lahan di perkebunan Afdeling I, Kecamatan Bukit Batu. Ia tertimpa batang kayu dari pohon yang diduga akarnya sudah terbakar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif sebelumnya mengatakan Kementerian Sosial akan memberikan santunan kepada warga meninggal dunia akibat polusi asap dan kebakaran lahan di Riau.

Begitu juga dengan puluhan ribu penderita penyakit akibat polusi asap, Syamsul Maarif mengatakan, mereka akan mendapatkan pengobatan secara gratis.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar