• Home
  • Nasional
  • Seorang Warga Terobos Penjagaan SBY Sambil Teriak PKI

Seorang Warga Terobos Penjagaan SBY Sambil Teriak PKI

Selasa, 18 Maret 2014 13:52 WIB

TULUNGAGUNG - Seorang laki-laki paruh baya mencoba menerobos barikade penjagaan polisi di Stadion Rejoagung, Tulungagung--lokasi kampanye Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa, 18 Maret 2014. Menaiki sepeda motor, lelaki berjaket hitam mengenakan helm itu mencoba memasuki pintu stadion yang dijaga ketat oleh aparat.

Tiba-tiba, sepeda motor bebeknya dipacu ke arah pintu stadion. Dua anggota Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur, sontak mengejar dan memperingatkannya agar kembali. Bukannya berhenti, pria ini tetap melaju sambil berteriak-teriak. Tak jelas yang dikatakannya, kecuali kata "PKI". Pun, belum jelas apakah PKI yang dia maksud adalah Partai Komunis Indonesia.

Ketika posisinya hanya berjarak 5 meter dari pintu masuk, seorang polisi menghadangnya sambil mencabut kunci motornya. "Saya rakyat yang berhak bertemu presiden," teriaknya kepada polisi itu. Setelah diperingatkan, pria itu akhirnya bersedia mengalihkan sepeda motornya ke tempat lain. Seketika, pengamanan di pintu masuk diperketat.

Selang setengah jam, lelaki itu digelandang polisi ke Markas Polsek Kedungwaru, yang lokasinya tak jauh dari stadion. Polisi merangkulnya dengan berjalan kaki. Menurut salah seorang anggota polisi, pria tersebut kembali berteriak-teriak di luar stadion, sehingga memicu perhatian warga dan orang yang lalu lalang. 

"Saya suruh masukkan ke sel saja. Kalau sampai masuk ke stadion, wassalam dia," kata seorang polisi yang berpakaian batik. Menurut polisi itu, lelaki tersebut tampak labil kondisi kejiwaannya. Sebab, sehari sebelumnya, menurut polisi itu, dia juga mengamuk di pengadilan.


Loyalis Anas Urbaningrum memboikot acara kampanye terbuka Partai Demokrat yang dihadiri Susilo Bambang Yudhoyono di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, 18 Maret 2014. Ancaman boikot itu disampaikan mantan Ketua Demokrat Kabupaten Blitar, Heru Sunaryanta. "Saya tidak akan hadir," kata Heru Sunaryanta. 

Heru dinonaktifkan dari ketua partai karena dianggap dekat dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang kini mendekam di sel Komisi Pemberantasan Korupsi. Heru mengaku masih aktif sebagai kader Demokrat dan masih menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blitar dari Fraksi Demokrat.

Dia menganggap pemecatannya dari ketua partai tendensius dan tak sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Satu-satunya alasan pemecatan itu adalah keikutsertaannya dalam Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), sebuah organisasi massa yang didirikan Anas. Padahal, dalam AD/ART partai sama sekali tak mengatur larangan itu. Menurut Heru, barisan seperti dirinya cukup banyak di jajaran Demokrat.

Ketua Partai Demokrat Kabupaten Tulungagung Goldy Trimo mengatakan Heru Sunaryanta masih tercatat sebagai anggota partai. Dia tidak pernah dikeluarkan dari keanggotaan partai meskipun jabatannya sebagai ketua cabang dicopot. Bahkan, menurut Trimo, partainya tetap merangkul Heru Sunaryanta agar memperkuat soliditas partai. "Beliau juga masih aktif sebagai wakil ketua DPRD," kata Trimo. 

SBY dijadwalkan mengikuti kampanye terbuka di Stadion Rejoagung pada pukul 13.00 WIB. Bersama anaknya yang menjabat Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono, SBY akan berorasi di depan 30 ribu orang dari Tulungagung, Kediri, Blitar, dan Trenggalek. Kamapnye itu sendiri akan dikemas menjadi pesta rakyat dengan menghadirkan artis Ibu Kota.***(tempo)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Nasional
Komentar