Tak Mampu Tuntaskan Tapal Batas,
Walikota Dumai dan Bupati Rohil Diminta Turun dari Jabatannya
Selasa, 18 Maret 2014 01:01 WIB
DUMAI - Calon Anggota DPRD Riau Muhammad Adil dengan tegas meminta Walikota Dumai Khairul Anwar dan Plt Bupati Rokan Hilir Suyatno untuk turun dari jabatannya sebagai kepala daerah kalau tidak mampu menuntaskan tapal batas yang terjadi di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai dengan Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir.
Dikatakannya, saat ini masyarakat Dumai yang tinggal di perbatasan itu hidup dalam kecaman dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab dari instansi Pemerintah Kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir tersebut. Sepatutnya, Walikota Dumai Khairul Anwar sebagai bapak mayarakat harus segera menuntaskan konflik perbatasan ini dengan secepatnya.
"Untuk apa mereka tetap mejabat sebagai kepala daerah kalau pada faktanya tidak memberikan kontribusi baik kepada masyarakatnya. Kalau sudah tidak mampu menjalankan roda pemerintahan, saya minta mereka untuk meninggalkan kursi kekuasaannya itu," tegas Muhammad Adil, politisi dari Partai Hanura, Senin (17/3/14) malam.
Ungkapan tegas yang disampaikan Muhammad Adil, anggota DPRD Kepulauan Meranti ini tertuang usia menggelar acara silahturahmi dengan masyarakat di dua kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyebal di Kecamatan Sungai Sembilan.
Menurut Muhammad Adil, kasus tapal batas ini sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum juga terselesaikan dengan baik. Masyarakat yang masuk wilayah Dumai itu sangat menginginkan hidup nyaman dan damai tanpa ada tekanan-tenakan dari oknum tidak bertanggungjawab.
"Mereka (masyarakat Dumai) intinya menginginkan kedamaian, jadi mereka tidak merasa cemas saat melakukan aktivitas bertaninya," tegas Adil, politisi yang diusung Partai Hanura dengan nomor urut 7 daerah pemilihan Dumai-Bengkalis-Kepulauan Meranti ini.
Dijelaskan Muhammad Adil, sebagai kepala daerah harus mampu menjalankan roda kepemerintahannya. Jadi, polemik atau riak-riak permasalah seperti ini seharusnya tuntas sejak lama. Mumpung Gubernur Riau sudah berganti yang baru, maka diharapkannya dua kepala daerah Dumai dan Rohil menuntaskan masalah ini.
"Jangan dibiarkan berlarut-larut masalah ini. Jangan sampai masyarakat berubah bringas dengan melakukan cara-cara perlawanan menggunakan senjata tajam akibat tekanan dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab dari kabupaten sebelah," ingat Muhammad Adil kepada kedua kepala daerah.
Sebelum mengakhiri, Muhammad Adil kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat Dumai yang tinggal di perbatasan untuk selalu waspada dan tidak bertindak anarkis dalam menghadapi permasalahan tapal batas ini. Karena, dengan konflik anarkis akan menimbulkan persoalan rumit dalam menuntaskan tapal batas.
"Saya harapkan kepada seluruh masyarakat Dumai yang tinggal di daerah perbatasan untuk selalu sabar dalam setiap menghadapi permasalah ini. Mudah-mudahan tahun ini masalah tapal batas Dumai dengan Rokan Hilir bisa tuntas," himbau Muhammad Adil kepada masyarakat Dumai.***(adi)
Dikatakannya, saat ini masyarakat Dumai yang tinggal di perbatasan itu hidup dalam kecaman dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab dari instansi Pemerintah Kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir tersebut. Sepatutnya, Walikota Dumai Khairul Anwar sebagai bapak mayarakat harus segera menuntaskan konflik perbatasan ini dengan secepatnya.
"Untuk apa mereka tetap mejabat sebagai kepala daerah kalau pada faktanya tidak memberikan kontribusi baik kepada masyarakatnya. Kalau sudah tidak mampu menjalankan roda pemerintahan, saya minta mereka untuk meninggalkan kursi kekuasaannya itu," tegas Muhammad Adil, politisi dari Partai Hanura, Senin (17/3/14) malam.
Ungkapan tegas yang disampaikan Muhammad Adil, anggota DPRD Kepulauan Meranti ini tertuang usia menggelar acara silahturahmi dengan masyarakat di dua kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyebal di Kecamatan Sungai Sembilan.
Menurut Muhammad Adil, kasus tapal batas ini sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum juga terselesaikan dengan baik. Masyarakat yang masuk wilayah Dumai itu sangat menginginkan hidup nyaman dan damai tanpa ada tekanan-tenakan dari oknum tidak bertanggungjawab.
"Mereka (masyarakat Dumai) intinya menginginkan kedamaian, jadi mereka tidak merasa cemas saat melakukan aktivitas bertaninya," tegas Adil, politisi yang diusung Partai Hanura dengan nomor urut 7 daerah pemilihan Dumai-Bengkalis-Kepulauan Meranti ini.
Dijelaskan Muhammad Adil, sebagai kepala daerah harus mampu menjalankan roda kepemerintahannya. Jadi, polemik atau riak-riak permasalah seperti ini seharusnya tuntas sejak lama. Mumpung Gubernur Riau sudah berganti yang baru, maka diharapkannya dua kepala daerah Dumai dan Rohil menuntaskan masalah ini.
"Jangan dibiarkan berlarut-larut masalah ini. Jangan sampai masyarakat berubah bringas dengan melakukan cara-cara perlawanan menggunakan senjata tajam akibat tekanan dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab dari kabupaten sebelah," ingat Muhammad Adil kepada kedua kepala daerah.
Sebelum mengakhiri, Muhammad Adil kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat Dumai yang tinggal di perbatasan untuk selalu waspada dan tidak bertindak anarkis dalam menghadapi permasalahan tapal batas ini. Karena, dengan konflik anarkis akan menimbulkan persoalan rumit dalam menuntaskan tapal batas.
"Saya harapkan kepada seluruh masyarakat Dumai yang tinggal di daerah perbatasan untuk selalu sabar dalam setiap menghadapi permasalah ini. Mudah-mudahan tahun ini masalah tapal batas Dumai dengan Rokan Hilir bisa tuntas," himbau Muhammad Adil kepada masyarakat Dumai.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

