- Home
- Lingkungan
- Muhammad Adil Intruksikan Wako Dumai Bangun Kawasan Basilam Baru
Muhammad Adil Intruksikan Wako Dumai Bangun Kawasan Basilam Baru
Selasa, 18 Maret 2014 00:37 WIB
foto istimewa
DUMAI - Pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Dumai baik dari infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, yang notabene untuk rakyat rupanya masih jauh dari harapan. Buktinya, masyarakat yang tinggal di Tanjung Penyembal dan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan masih jauh tertinggal geliat pembangunan dari daerah lainnya di Kota Pelabuhan ini.
Gambaran buruk pembangunan Pemerintah Kota Dumai ini terungkap dari Muhammad Adil SH, salah seorang wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif di Kepulauan Meranti, yang juga politisi dari Partai Hanura ini saat melakukan kunjungan silahturahmi dengan masyarakat di Kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyembal di Kecamatan Sungai Sembilan.
Politisi Hanura nomor urut 7 dapil Dumai-Bengkalis-Kepulauan Meranti yang bakal maju menuju kursi DPRD Provinsi Riau itu mengaku miris masih ada daerah yang masih tertinggal dari pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Dumai. Bahkan Muhammad Adil tidak sungkan untuk menyentil wakil rakyat di Dumai, yang terkesan kurang peduli dengan rakyatnya.
"Wah! satu hari saya bersama rombongan bersilahturahmi dengan masyarakat disana cukup menyedihkan. Masyarakat disana masih tinggal jauh dari harapan seperti daerah-daerah lainnya yang ada di Dumai. Jalan cukup sulit untuk dilalui, jembatan penghubung dua kelurahan sudah 60 tahun tidak kunjung dibangun oleh Pemko Dumai," ungkapnya, Senin (17/3/14) malam.
Dijelaskan Muhammad Adil, selain masalah jembatan yang cukup memprihatinkan, saranan pendidikan juga masih jauh dari harapan masyarakat di Kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyembal. Ada sekolah MTS Alzazali yang kondisi sangat kurang layak untuk proses belajar dan mengajar. Bangunan sekolah sangat buruk dan cukup memprihatinkan.
"Seharusnya dunia pendidikan tidak boleh seperti ini. Pemerintah harus mengutamakan dunia pendidikan, karena ini menyangkut generasi bangsa. APBD Dumai kan sampai Rp1,4 Triliun, setidaknya 20 persen dari dana itu untuk meningkatkan saranan dan prasarana kualitas dunia pendidikan. Jadi dalam setahun itu pemerintah mengucurkan dana Rp280 miliar untuk pendidikan," tegas Muhammad Adil dengan logat bahasa Jawa nya tersebut.
Parahnya lagi, kata Muhammad Adil, tenaga guru yang mengajar di sekolah itu masih mendapatkan gaji Rp120 ribu setiap bulannya. Ini sudah menunjukkan ketidak mampuan seorang kepala daerah dalam merangkul kepala Dinas Pendidikan Dumai. Buktinya, kesejahteraan tenaga pendidik saja masih jauh dari harapan.
"Kalau masalah ini terus-terusan terjadi di Dumai, secara tidak langsung masyarakat yang berada di pinggiran Dumai akan menjadi terkucilkan dari geliatnya perkembangan di zona kota ini sendiri. Saya selaku calon wakil rakyat meminta kepada Walikota Dumai Khairul Anwar untuk turun gunung membangun daerah pinggiran disini," sarannya.
Bukan itu saja yang terungkap dari hasil kunjungan silahturahmi Muhammad Adil, Calon Anggota DPRD Riau dari Partai Hanura tersebut. Dia juga menerima keluhan dari Atan, mantan Ketua RT di Kelurahan Basilam Baru yang sehari-hari sebagai nelayan. Atan kepada Muhammad Adil mengaku memiliki Kartu Nelayan yang dikeluarkan dari Disnakanla Dumai. Namun, kartu itu tidak memberikan efek manfaat kepada dirinya. Selama ini Atan tidak pernah mendapatkan perhantian dari Pemko Dumai dari segi bantuan.
"Tadi ada warga yang mengaku memiliki kartu nelayan. Kartu itu di tandatangani langsung dari kepala dinas. Tapi, memiliki kartu itu tidak memberikan efek manfaat bagi warganya. Buktinya, selama memiliki kartu nelayan itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Cukup kompleks permasalahan yang saya temui di Kota Dumai ini. Mungkin kalau saya jalan-jalan semakin dalam lagi, mungkin banyak permasalah," ungkap Adil dengan nada prihatin.
Disela-sela silahturahminya dengan masyarakat Kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyembal, Muhammad Adil meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak memilih wakil rakyat maupun kepala daerah yang suka omong kosong. Karena, wakil rakyat dan kepala daerah setelah duduk sampai saat ini juga kampung halaman masyarakat tidak ada tanda-tanda pembangunan.
"Jangan percaya omongan calon pemimpin yang suka janji-janji. Pilihlah calon itu sesuai komitmen dia dengan masyarakatnya. Buktinya saja, jembatan penghubung dua kelurahan antara Basilam Baru dan Tanjung Penyembal sudah 60 tahun tidak kunjung dibangun juga oleh pemerintah. Kalau seperti ini rakyat juga jadi korbannya," ucap Muhammad Adil kepada masyarakat.
Terakhir, Muhammad Adil yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Kepulauan Meranti, medesak kepada Pemerintah Kota Dumai untuk tahun ini bisa membangun jembatan penghubung dua kelurahan antara Basilam Baru dan Tanjung Penyebal. Kemudian membangun empat lokal sekolah MTS Alzazali dan membangun infrastrutur jalan di daerah tersebut.
"Insya allah kalau masyarakat Dumai kompak bersama saya dan memberikan kepercayaan, masalah ini akan kita carikan solusinya. Namun demikian, saya tetap mendesak Pemko Dumai untuk mewujudkan pembangunan di kawasan pinggiran yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan tersebut. Sebab, semua itu sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan masyarakat yang berada di pinggiran kota," pesan Muhammad Adil menyudahi.***(adi)
KETERANGAN FOTO: Muhammad Adil, Caleg DPRD Provinsi Riau dari Partai Hanura terlihat foto bersama sejumlah masyarakat di dua kelurahan yaitu Basilam Baru dan Tanjung Penyebal Kecamatan Sungai Sembilan diatas jemabatan kayu yang sudah 60 tahun belum dibangun Pemerintah Kota Dumai.
Gambaran buruk pembangunan Pemerintah Kota Dumai ini terungkap dari Muhammad Adil SH, salah seorang wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif di Kepulauan Meranti, yang juga politisi dari Partai Hanura ini saat melakukan kunjungan silahturahmi dengan masyarakat di Kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyembal di Kecamatan Sungai Sembilan.
Politisi Hanura nomor urut 7 dapil Dumai-Bengkalis-Kepulauan Meranti yang bakal maju menuju kursi DPRD Provinsi Riau itu mengaku miris masih ada daerah yang masih tertinggal dari pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Dumai. Bahkan Muhammad Adil tidak sungkan untuk menyentil wakil rakyat di Dumai, yang terkesan kurang peduli dengan rakyatnya.
"Wah! satu hari saya bersama rombongan bersilahturahmi dengan masyarakat disana cukup menyedihkan. Masyarakat disana masih tinggal jauh dari harapan seperti daerah-daerah lainnya yang ada di Dumai. Jalan cukup sulit untuk dilalui, jembatan penghubung dua kelurahan sudah 60 tahun tidak kunjung dibangun oleh Pemko Dumai," ungkapnya, Senin (17/3/14) malam.
Dijelaskan Muhammad Adil, selain masalah jembatan yang cukup memprihatinkan, saranan pendidikan juga masih jauh dari harapan masyarakat di Kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyembal. Ada sekolah MTS Alzazali yang kondisi sangat kurang layak untuk proses belajar dan mengajar. Bangunan sekolah sangat buruk dan cukup memprihatinkan.
"Seharusnya dunia pendidikan tidak boleh seperti ini. Pemerintah harus mengutamakan dunia pendidikan, karena ini menyangkut generasi bangsa. APBD Dumai kan sampai Rp1,4 Triliun, setidaknya 20 persen dari dana itu untuk meningkatkan saranan dan prasarana kualitas dunia pendidikan. Jadi dalam setahun itu pemerintah mengucurkan dana Rp280 miliar untuk pendidikan," tegas Muhammad Adil dengan logat bahasa Jawa nya tersebut.
Parahnya lagi, kata Muhammad Adil, tenaga guru yang mengajar di sekolah itu masih mendapatkan gaji Rp120 ribu setiap bulannya. Ini sudah menunjukkan ketidak mampuan seorang kepala daerah dalam merangkul kepala Dinas Pendidikan Dumai. Buktinya, kesejahteraan tenaga pendidik saja masih jauh dari harapan.
"Kalau masalah ini terus-terusan terjadi di Dumai, secara tidak langsung masyarakat yang berada di pinggiran Dumai akan menjadi terkucilkan dari geliatnya perkembangan di zona kota ini sendiri. Saya selaku calon wakil rakyat meminta kepada Walikota Dumai Khairul Anwar untuk turun gunung membangun daerah pinggiran disini," sarannya.
Bukan itu saja yang terungkap dari hasil kunjungan silahturahmi Muhammad Adil, Calon Anggota DPRD Riau dari Partai Hanura tersebut. Dia juga menerima keluhan dari Atan, mantan Ketua RT di Kelurahan Basilam Baru yang sehari-hari sebagai nelayan. Atan kepada Muhammad Adil mengaku memiliki Kartu Nelayan yang dikeluarkan dari Disnakanla Dumai. Namun, kartu itu tidak memberikan efek manfaat kepada dirinya. Selama ini Atan tidak pernah mendapatkan perhantian dari Pemko Dumai dari segi bantuan.
"Tadi ada warga yang mengaku memiliki kartu nelayan. Kartu itu di tandatangani langsung dari kepala dinas. Tapi, memiliki kartu itu tidak memberikan efek manfaat bagi warganya. Buktinya, selama memiliki kartu nelayan itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Cukup kompleks permasalahan yang saya temui di Kota Dumai ini. Mungkin kalau saya jalan-jalan semakin dalam lagi, mungkin banyak permasalah," ungkap Adil dengan nada prihatin.
Disela-sela silahturahminya dengan masyarakat Kelurahan Basilam Baru dan Tanjung Penyembal, Muhammad Adil meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak memilih wakil rakyat maupun kepala daerah yang suka omong kosong. Karena, wakil rakyat dan kepala daerah setelah duduk sampai saat ini juga kampung halaman masyarakat tidak ada tanda-tanda pembangunan.
"Jangan percaya omongan calon pemimpin yang suka janji-janji. Pilihlah calon itu sesuai komitmen dia dengan masyarakatnya. Buktinya saja, jembatan penghubung dua kelurahan antara Basilam Baru dan Tanjung Penyembal sudah 60 tahun tidak kunjung dibangun juga oleh pemerintah. Kalau seperti ini rakyat juga jadi korbannya," ucap Muhammad Adil kepada masyarakat.
Terakhir, Muhammad Adil yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Kepulauan Meranti, medesak kepada Pemerintah Kota Dumai untuk tahun ini bisa membangun jembatan penghubung dua kelurahan antara Basilam Baru dan Tanjung Penyebal. Kemudian membangun empat lokal sekolah MTS Alzazali dan membangun infrastrutur jalan di daerah tersebut.
"Insya allah kalau masyarakat Dumai kompak bersama saya dan memberikan kepercayaan, masalah ini akan kita carikan solusinya. Namun demikian, saya tetap mendesak Pemko Dumai untuk mewujudkan pembangunan di kawasan pinggiran yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan tersebut. Sebab, semua itu sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan masyarakat yang berada di pinggiran kota," pesan Muhammad Adil menyudahi.***(adi)
KETERANGAN FOTO: Muhammad Adil, Caleg DPRD Provinsi Riau dari Partai Hanura terlihat foto bersama sejumlah masyarakat di dua kelurahan yaitu Basilam Baru dan Tanjung Penyebal Kecamatan Sungai Sembilan diatas jemabatan kayu yang sudah 60 tahun belum dibangun Pemerintah Kota Dumai.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

