• Home
  • Hukrim
  • Warga Tempatan Merasa Kecolongan Ada Pabrik Miras Rumahan di Pekanbaru

Warga Tempatan Merasa Kecolongan Ada Pabrik Miras Rumahan di Pekanbaru

Hadi Pramono Senin, 14 Januari 2019 21:22 WIB
PEKANBARU - Berdiri megah tepat di pinggir Jalan Bunga Raya, RT03/RW12, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, sebuah rumah mewah berpagar dan bercat putih di TKP yang selama ini disewakan oleh pemiliknya langsung menjadi perhatian warga setempat, Senin (14/01/19) pagi. 

Bagaimana tidak, 6 penghuni yang sebagiannya menyewa di rumah tersebut mendadak ditangkap polisi karena menggunakan rumah itu sebagai home industry atau pabrik rumahan minuman keras. 

Terungkapnya aktivitas pembuatan miras oplosan itupun membuat warga setempat kaget sekaligus merasa kecolongan karena selama ini tak ada yang tahu dan tak mengenal siapa penghuni rumah di TKP. 

"Kami masyarakat sekitar yang tinggal di sini merasa kecolongan. Kami nggak tahu kalau rumah ini dipakai untuk itu (home industri miras). Selama ini, pagi, siang ataupun malam pagarnya selalu tertutup. Setahu kami rumah ini disewakan sama pemiliknya, tapi siapa yang menyewa kami nggak tahu. Mereka juga gak pernah berbaur dengan masyarakat di sini," ujar Nendi (51) salah satu warga yang menetap persis di belakang home industri miras yang digerebek polisi tersebut. 

Kepada riauterkini.com, pria yang telah menetap di sekitar TKP sejak tahun 1999 ini mengatakan jika setahu dirinya, rumah yang dijadikan home industri miras itu telah disewakan sejak 8 bulan silam. 

Hanya saja, ia bersama warga yang lain baru mengetahui ada aktivitas di dalam rumah tersebut sejak 3 bulan terakhir. Itupun hanya sebatas kegiatan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. 

"Tiga bulan terakhir ini kami baru tahu kalau ada orang di dalam. Kami dengar ada suara orang lagi mandi, mencuci. Tapi cuma itu saja. Kalau kegiatan yang lain di luar itu kami nggak tahu sama sekali. Pas tahu ternyata ada (home industri miras) ini ya waktu udah digerebek polisi," kisahnya. 

Terpisah, Ketua RT setempat, Zainal Abidin menuturkan, jauh hari sebelum home industri miras itu digerebek polisi, ada penghuni yang menyewa rumah tersebut melapor kepada dirinya sambil menyerahkan 3 lembar KTP. Namun ketika ditanyai apa pekerjaan selama tinggal di lingkungan RT nya, penghuni rumah yang melapor itu hanya mengaku akan berjualan di Pasar Pusat. 

"Dulu pernah melapor. Tapi cuma 3 orang karena ngasih KTP 3 lembar. Ngakunya, yang melapor ini dulu kerja di Pasar Pusat. Jualan. Tapi namanya saya lupa. Kalau asal usul mereka darimana, mereka nggak ada bilang," singkatnya.

(Riau Terkini)
Tags Minuman KerasMirasMiras OplosanPabrik MirasPolresta Pekanbaru
Komentar