Wilmar Minta PT Gapin Klarifikasi Soal Korban Kecelakaan Kerja
Jumat, 07 Maret 2014 14:07 WIB
DUMAI - Perusahaan Wilmar Group di Dumai menjadi tumbal dari perusahaan Sub Kontrak PT Ganda Putra Insas (Gapin). Wilmar dituding kalau anak perusahannya tidak memberikan laporan saat kejadian kecelakaan kerja Reynold Freddy Simanjuntak hingga akhirnya kakinya diamputasi.
Humas Wilmar Group di Dumai, Marwan kepada media ini, Jumat (7/3/14) meminta PT. Gapin untuk mengurus hal tersebut hingga selesai. Kalau tidak, perusahaan itu diancam dengan sanksi yang berat oleh perusahaan Wilmar Group.
"Kenapa dia tidak melaporkan Disnaker, kamipun baru tahu kemarin. Langsung kami panggil dan menyuruh PT. Gapin mengklarifikasi itu. Terkait upah korban, hingga saat ini masih dibayarkan perusahaan yang menaunginya. Kami sendiri akan tetap kawal hal ini," ujarnya singkat.
Sebagai data tambahan, karyawan Sub kontraktor PT. Wilmar, Reynold Freddy Simanjuntak masih mengerang kesakitan. Wajahnya tampak tak bergairah, sementara kakinya yang diamputasi masih diperban. Saat ini, ia menjalani perawatan di rumah orang tuanya di Kelurahan Bukit Batrem Dumai Timur.
Kecelakaan yang menimpanya di Pelintung November 2013 lalu membuat keluarganya juga terpukul. Maklum, Reynold merupakan anak kebanggaan kedua orang tua. Apalagi ia rajin bekerja dan membantu keluarganya. Namun kini, Reynold tidak lagi bisa menjalani hidup seperti sedia kala.
Kaki kanannya harus rela ia lepas dari bagian tubuhnya yang tegap. Kini, ia dibantu dua tongkat untuk berdiri. "Beginilah, untuk berdiri saja terpaksa pakai tongkat. Luka bekas amputasi juga belum sembuh, ini baru ganti perban, masih ngilu," katanya.
Diceritakannya, ia bekerja sebagai securty untuk anak perusahaan Wilmar Group yang bernama PT Ganda Putra Insas (Gapin). Sehari-hari ia bertugas di Kawasan Industri Dumai (KID) Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai.
Hari Jumat tanggal 1 November 2013, pagi, ia berangkat menjalankan tugas ke KID, Pelintung. Sebelum sampai di lokasi yang dituju, ia mengalami kecelakaan hebat. Sehingga, ia mengalami luka dalam dari atas mata kaki hingga ke atas lutut.
"Itulah sebab kaki kanan saya harus diamputasi. Siapa yang menghendaki kecelakaan bang? Tapi malang saya dapatkan. Kita tentu tidak bisa pula mengelak dari musibah ini. Kami sekarang hanya bisa pasrah saja," ungkapnya.
Untuk saat ini, ia mengaku menyerahkan semua ke Disnakertrans. Sebab, sejak kejadian perusahaan yang menaunginya tidak memberikan laporan ke Disnakertran. Terpaksa keluarganya sendiri yang mengantarkan laporan ke Disnakertrans Rabu (5/3/14) kemarin.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

