• Home
  • Infotorial
  • DPMPTSP Sebut Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dumai

DPMPTSP Sebut Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dumai

Hadi Pramono Rabu, 09 Mei 2018 14:04 WIB
DUMAI - Minat investasi dan penanaman modal daerah menjadi salah satu pendorong maju dan tumbuhnya sektor ekonomi di Kota Dumai yang terkenal dengan kota pelabuhan industri.
 
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai, Hendri Sandra mengakui, karena sektor investasi, baik perusahaan dalam negeri maupun permodalan asing ini mampu membuat Kota Dumai terus bergeliat maju dan berkembang.
 
Minat investasi masuk, lanjut dia banyak memberikan multi dampak, misalnya, penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, geliat ekonomi masyarakat bergerak peluang kerja terbuka lebar bagi warga tempatan.
 
Sejumlah investasi yang kini beroperasi di Dumai dengan kawasan industri, diantaranya, kawasan industri Dumai di Pelintung Kecamatan Medang Kampai seluas 5.048 hektar, kawasan industri Lubuk Gaung di Kecamatan Sungai Sembilan 2.158 hektar, kawasan industri Bukit Kapur 115 hektar, kawasan industri Patra Dock 300 hektar di Kecamatan Dumai Barat dan kawasan industri Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan. 
 
Selain itu, berbagai bidang industri berkembang, pengolahan crude palm oil (CPO, jasa tangki timbun, pupuk, pengantongan semen, kontainer dan jasa angkut kepelabuhanan, developer perumahan, dan sebagainya.
 
Kota Dumai juga dikenal sebagai kota minyak. Perusahaan besar dan industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung yang bergerak dalam ekspor minyak dan gas bumi.
 
Kemudian perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO).
 
Saat ini kota Dumai memiliki sekitar 105 perusahaan baik yang bermodal asing (PMA) maupun modal dalam negeri (PMDN), dan besarnya perkembangan sektor investasi dan industri ini merupakan bentuk kepercayaan investor dalam berinvestasi.
 
Pesatnya perkembangan Dumai sebagai kawasan industri dan jasa tidak terlepas dari potensi kepelabuhanan yang dimiliki. Setidaknya sejumlah pelabuhan utama yang terdiri dari Pelabuhan Pelindo, Pertamina, Chevron dan KID.
 
Akses menuju Dumai juga terbuka lebar. Selain jalur laut, kota dengan luas sekitar 1.700 kilometer persegi ini dapat ditempuh lewat jalur udara di Bandara Pinang Kampai dengan pesawat jenis fokker.
 
"Perkembangan Dumai sebagai kawasan industri dan jasa tidak bisa dilepaskan dari potensi yang dimiliki  sebagai daerah sasaran investasi. dan karena itu kita membuka peluang luas dan bagi investor dengan prosedur cepat dan mudah," terangnya.
 
Walikota Dumai Zulkifli AS menyebutkan, sebagai daerah yang sedang berkembang, Kota Dumai sejauh ini masih terkendala terbatasnya infrastruktur seperti jalan, jembatan dan listrik, namun pemerintah secara bertahap berusaha menata dan menjadikan program skala prioritas.
 
Sektor pelabuhan yang sudah lama jadi andalan Dumai, mesti diperkuat lagi. Perluasan pelabuhan akan mengundang lebih banyak kapal datang.
Dumai juga menjadi satu lokasi pembangunan megaproyek pemerintah pusat. 

Satu di antaranya pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, yang merupakan bagian dari megaproyek Trans Sumatera. Pembangunan jalan tol itu diyakini akan semakin menggairahkan perekonomian khususnya sektor industri di kawasan pantai timur Sumatera.
 
"Pemko Dumai komitmen manfaatkan peluang bagi negara tetangga atau investor mana saja yang ingin berinvestasi dan masih terbuka luas untuk pengembangan usaha skala besar. Jika kita melihat tantangan kedepan yang tentunya akan terasa lebih berat, apalagi  dengan adanya globalisasi dan perdagangan bebas," katanya. 

Oleh karenanya, kata dia, kondisi ini menuntut bekerja keras untuk meningkatkan kualifikasi dan daya saing. Hanya dengan daya saing yang tinggi, itu dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Pemerintah juga terus menggali dan mengembangkan serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki, terutama sumber daya manusia, sumber daya pendapatan dan sumber daya seni budaya, selain menjalin dan meningkatkan jaringan kerja sama yang baik dengan daerah lain maupun para investor.
  
Untuk mendukung pendistribusian barang dalam rangka ekspor barang, Dumai memiliki prasarana dan sarana pendukung transportasi, yaitu 9 unit pelabuhan besar berkualitas internasional, terdiri 4 unit dikelola dan dimiliki oleh Chevron, 5 unit milik Pemerintah yang dikelola PT Pelindo I.
 
Infrastruktur lain yang tak kalah penting adalah, tersedianya layanan perbankan, dan saat ini hampir semua bank pemerintah ataupun swasta sudah ada di Kota Dumai, layanan kesehatan, sarana pendidikan mulai tingkat pra sekolah (TK) sampai perguruan tinggi berstatus negeri dan swasta.
 
Namun pertumbuhan investasi ini sepenuhnya mulus, karena terkendala belum disahkan RTRW daerah sehingga potensi triliunan uang masuk batal terealisasi.
 
Tidak semua calon investor yang jadi menanamkan modal di Dumai karena terkendala belum adanya penetapan rancangan tata ruang wilayah sehingga selalu terbentur dengan masalah perizinan di daerah.
 
Salah satu perizinan yang harus dipenuhi oleh calon investor yang menanamkan modal adalah izin prinsip yang akan dikeluarkan berdasarkan berbagai pertimbangan meluas dan mendapat persetujuan dari kepala daerah.
 
Untuk melayani kepentingan perizinan penanaman modal, DPMPTSP Kota Dumai telah mempersiapkan diri dengan melakukan sejumlah kesiapan, sosialisasi atau pendekatan serta pembinaan kepada perusahaan. "Kita berharap RTRW bisa kelar, maka investasi akan tumbuh dan berdampak pada perkembangan ekonomi bagi Kota Dumai," ungkapnya.

(sos/sos)
Tags DPMPTSP DumaiPemko Dumai
Komentar