- Home
- Infotorial
- Program Three Ends untuk Melindungi Perempuan dan Anak
Program Three Ends untuk Melindungi Perempuan dan Anak
Advertorial Selasa, 22 Januari 2019 18:07 WIB
DUMAI - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai tak henti-hentinya menggalakkan program Three Ends sebagai upaya melindungi kehidupan perempuan dan anak agar terhindar dari kasus kekerasan.
Kepala Dinas PPPA Kota Dumai, Dameria, SKM, M.Si selama ini terus-terusan mengajak komponen terkait untuk turut serta mengampayekan program Three Ends dalam lingkungan kehidupan masyarakat di Kota Pelabuhan dan Industri ini.
"Three Ends adalah program untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi kaum perempuan," kata Dameria, SKM, M.Si kepada media ini.
Ia menjelaskan dengan semakin marak permasalahan dan kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak maka perlu dilakukan pencegahan oleh semua elemen masyarakat dengan cara melalui program Three Ends ini.
Ia mengharapkan program Three Ends menjadi arah bagi Dinas PPPA Kota Dumai dan para pemangku kepentingan lainnya, dalam melaksanakan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kampanye Three Ends, menurut dia, memberikan informasi kepada masyarakat agar lebih memahami tentang program itu, ikut menanggulangi dan mengurangi, serta mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi.
"Mencegah kekerasan perempuan dan anak tidak bisa dilakukan pemerintah semata, tetapi dibantu dengan masyarakat. Oleh karena itu Dinas PPPA Dumai menggalang dukungan, partisipasi, dan sinergi untuk percepatan dan efektivitas pelaksanaan program Three Ends," kataya.
Dameria juga menjelaskan secara terperinci mengenai program Three Ends ini sendiri. Apa saja isi dari program Three Ends sebagai berikut:
1. End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak)
Program pertama ini dilakukan dengan memberikan informasi terkait hak perempuan dan anak yang menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam program ini, pemerintah juga memastikan berfungsinya kelembagaan di tingkat desa untuk memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak.
Selain itu, melalui program ini, pemerintah akan memastikan satgas perlindungan perempuan dan anak di daerah berfungsi dengan baik.
Dameria mengatakan guna mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlu adanya dukungan yang masih dari seluruh pemangku kepentingan, baik itu kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dan yang terpenting adalah lembaga masyarakat.
2. End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia)
Program ini menjadi salah satu fokus pemerintah, karena kasus kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan terbangunnya sistem deteksi anti perdagangan manusia, yang dalam hal ini perempuan dan anak.
Selain itu, pemerintah juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sistem deteksi perdagangan manusia.
Hal ini dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tetangga apabila ada kasus perdagangan manusia, yang dalam hal ini banyak dialami oleh perempuan dan anak.
3. End Barriers to Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi)
Program ini digencarkan pemerintah mengingat akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi masih terbatas. Oleh sebab itu, pemerintah, melalui Dinas PPPA Kota Dumai memastikan kementerian dan lembaga terkait menjalankan program pelatihan bagi perempuan pelaku usaha.
Selain itu, dalam program ini, pemerintah juga memastikan setiap perempuan berhak mendapatkan akses pemodalan melalui lembaga keuangan. Pemerintah pun menyiapkan sistem permodalan alternatif bagi perempuan pelaku usaha mikro.
(Advertorial)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Dumai Expo 2026, Antara Perayaan Hari Jadi ke-27 dan Dampak Ekonomi Lokal
-
Lingkungan
Konflik Agraria di Jalan Sudirman Dumai Memanas, APRJ Desak BPN dan Pemkot Bertanggung Jawab
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner
-
Tekno
Pemko Dumai Ajak RAPI Perkuat Peran dalam Komunikasi Publik dan Darurat
-
Pendidikan
Wali Kota Dumai Pimpin Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025
-
Traveler
Pawai Obor Idaman Berlangsung Meriah pada Malam Hari Raya Idul Fitri 2025

