• Home
  • Infotorial
  • Rakor Tim Kominda, P2TP2A Dumai Dapat Masukan Kegiatan Konseling Pranikah

Rakor Tim Kominda, P2TP2A Dumai Dapat Masukan Kegiatan Konseling Pranikah

Infotorial Kamis, 29 Maret 2018 13:00 WIB
DUMAI - Kegiatan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Dumai mendapat sambutan baik saat mengikuti rapat koordinasi Tim Kominda terkait masalah Perkembangan Situasi Politik dan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Situasi Kamtibmas yang diselenggaran di Kantor Walikota Dumai, Kamis (29/3/18).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai, Dameria mengatakan, dalam rakor itu mendapat masukan dari Kemenag Kota Dumai untuk kegiatan konseling pra nikah. 

Dimana konseling pra nikah merupakan prosedur pelatihan berbasis pengetahuan dan keterampilan yang menyediakan informasi mengenai pernikahan yang dapat bermanfaat untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan pasangan yang akan menikah setelah mereka menikah. 

Konseling pranikah juga dikenal dengan nama program persiapan pernikahan, pendidikan pranikah, konseling edukatif pranikah, dan terapi pranikah. Konseling pra nikah diberikan oleh psikolog atau konselor parnikahan.

Tujuan konseling pranikah ialah untuk meningkatkan hubungan sebelum pernikahan sehingga dapat berkembang menjadi hubungan pernikahan yang stabil dan memuaskan. 

Konseling pranikah akan membekali pasangan dengan kesadaran akan masalah potensial yang dapat terjadi setelah menikah, dan informasi serta sumber daya untuk secara efektif mencegah atau mengatasi masalah-masalah tersebut hingga pada akhirnya dapat menurunkan tingkat ketidakbahagiaan dalam pernikahan dan perceraian.

Konseling pranikah juga bermanfaat untuk menjembatani harapan-harapan yang dimiliki oleh pasangan terhadap pasangannya dan pernikahan yang mereka inginkan yang belum sempat atau belum bisa dibicarakan sebelumnya dengan dibantu oleh tenaga profesional psikolog/konselor pernikahan.

Sedangkan Perkembangan Situasi Politik, Perempuan merupakan salah satu komponen bangsa yang sangat besar potensinya dan terus menerus memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan bangsa. 

Namun dalam proses pembengunan bangsa disemua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, ternyata masih ada ketidakadilan terhadap perempuan, diberbagai bidang termaasuk dalam bidang politik. 

Maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini agar dapat meningkatkan partisipasi politik warga negara khususnya perempuan dalam mendukung peningkatan representasi perempuan di legislatif, eksekutif dan yudikatif. 

Agar perempuan dapat membangun wacana politik sebagai upaya pemberdayaan dan pendidikan politik rakyat khusunya menyangkut kesetaraan gender. Serta dapat memberikan sumbangsih pemikiran terhadap pentingnya peranan politik perempuan dalam kehidupan bernegara.

Kaum perempuan harus berusaha meningkatkan kemampuan dalam berpolitik terutama dalam membela kepentingan kaum perempuan. Perjuangan itu bisa dilakukan melalui jaringan aktifis dan organisasi perempuan, LSM, ataupun bermitra dengan kaum laki- laki.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat meberikan wawasan politik bagi peserta sehingga bisa menjadi motivator dan penerus informasi pendidikan politik bagi kaum perempuan serta dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan dibidang politik.

Sementara Ketua P2TP2A Dumai, Haslinar Zulkifli AS mengatakan, selain sebagai wadah yang menangani setiap tindak kekerasan pada perempuan dan anak, dimulai dari pendampingan korban hingga ke upaya hukum.

Selain itu, akan memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak dalam rangka pemenuhan informasi dan kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan hukum.

"P2TP2A memfasilitasi penyediaan berbagai pelayanan untuk masyarakat baik fisik maupun non fisik yang meliputi informasi, rujukan, konsultasi, pelatihan keterampilan serta kegiatan lainnya," katanya.

Dijelaskan Haslinar, sebagai sebuah lembaga pemerintah berbasis masyarakat, maka nantinya akan banyak bersentuhan langsung dengan perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan.

Pemerintah, lanjutnya, secara moral wajib untuk turut serta memberikan pendampingan dalam rangka memerangi dan menanggulangi faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Fungsi kita juga ingin menciptakan kemandirian pada diri perempuan korban kekerasan dengan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi perempuan," ujarnya.

"P2TP2A sebagai mitra pemerintah daerah diharapkan ikut serta menyukseskan berbagai program pembangunan khususnya peningkatan kesehatan pendidikan dan perekonomian keluarga dan masyarakat," pungkasnya.

(Infotorial)
Tags DPPPA DumaiPemko Dumai
Komentar