Dinas Kesehatan Dumai Catat 168 Kasus Demam Berdarah
Minggu, 20 September 2015 17:59 WIB
DUMAI - Hingga pertengahan bulan September 2015, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai telah mencatat sedikitnya terdapat 168 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan di Kota Dumai.
"Hingga pertengahan Bulan September 2015, Dinas Kesehatan Kota Dumai mencatat sudah ada 168 kasus DBD di Kota Dumai. Namun hingga saat ini, Alhamdulillah belum ada yang meninggal dunia atau berakibat fatal akibat DBD dan jumlah tersebut belum termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB)," Kata Kepala Dinas Kesehatan H.Faisal, belum lama ini.
Lanjutnya, faktor utama DBD di Kota Dumai adalah nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk tersebut berkembang biak dibak-bak penampungan air jernih dan tawar seperti bak mandi, drum penampung air, kaleng bekas dan lainnya.
Dikatakannya, perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti hingga saat ini masih berhubungan erat dengan beberapa faktor, seperti kebiasaan masyarakat menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari, jauh dari prilaku hidup bersih dan sehat, sanitasi lingkungan yang kurang baik dan penyimpanan air bersih yang lama hingga akhirnya dijadikan media untuk berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti.
"Untuk memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Dumai untuk ikut serta dalam mensukseskan program 3M yaitu Menutup bak penampungan air, Menguras atau membersihkan bak penampungan air dan Mengubur barang bekas yang dapat menampung air. 3M merupakan cara yang paling efektif dan efisien dalam mencegah DBD dengan cara memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti dibanding dengan adanya fogging," sebutnya.
Masih kata Faisal, Kota Dumai merupakan Kota endemis DBD, dari 7 Kecamatan ada 3 Kecamatan yang ditetapkan sebagai kawasan endemis DBD yaitu Kecamatan Dumai Barat, Dumai Timur, dan Kecamatan Dumai Selatan.
Maka dari itu, lanjutnya, kepada seluruh masyarakat Kota Dumai khususnya masyarakat yang tinggal di Kecamatan Endemis DBD harus waspada dengan penularan DBD karena tidak hanya iklim yang meningkatkan perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti, tetapi pola hidup masyarakat yang jauh dari sehatpun menjadi faktor utama DBD dan pola hidup bersih dan sehat akan menghindari masyarakat dari DBD.
Bahkan kepedulian masyarakat sangat kami harapkan untuk ikut serta mensukseskan program 3M dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dapat dimulai dari lingkungan masing-masing. "Mari sukseskan program 3M dan PHBS, sebab penyakit DBD berbahaya, belum ada obatnya dan dapat menyebabkan kematian serta fatalitas lainnya," tegasnya.
Bagi masyarakat yang terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti, ajak Faisal, agar segera membawa ke Puskesmas terdekat, untuk diketahui gejala DBD diantaranya munculnya demam tinggi terus menerus, disertai tanda perdarahan/bintik-bintik dikulit. "Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, kami mengajak masyarakat untuk segera membawa berobat ke Puskesmas terdekat," ajak Faisal.
Tak hanya itu, Dinkes juga tak henti-hemtinya meminta dan menghimbau agar masyarakat lebih waspada dan memerlukan pengetahuan luas mengenai pencegahan maupun penanganannya.
"Selasa (15/9) lalu, bertempat di Kantor Camat Dumai Selatan Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan, kami telah mencanagkan kegiatan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk DBD dengan tujuan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Dumai bersama-sama memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti. Selain itu untuk penerapan lingkungan bersih dan sehat dengan membudayakan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti dengan kegiatan 3M plus menaburkan bubuk abate," tutupnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

