Diskes Dumai Sosialisasikan Bahaya Boraks ke Pasar Ramadhan
Minggu, 05 Juli 2015 18:27 WIB
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan setempat mensosialisasikan bahaya boraks, formalin dan rodamin B kepada seluruh pedagang dan pembeli di sejumlah pasar Ramadhan yang berdiri didaerah itu.
Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Paisal, didampingi jajarannya dengan cara membagi-bagikan brosur kepada para pedagang dan pembeli di pasar Ramadhan yang dimulai dipasar Ramadhan Jalan Budi Kemuliaan Kecamatan Dumai Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Paisal, mengatakan sosialisasi ini menindak lanjuti temuan adanya makanan dan minuman yang mengandung borax. Dan tujuan dari sosialisasi ini agar masyarakat mengetahui apa itu boraks, formalin dan rodamin B serta bahayanya jika dikonsumsi.
Menurut Paisal, sebelumnya Diskes Kota Dumai telah mengambil beberapa sample makanan dan minuman dari 10 titik Pasar Ramadhan. Dari pemeriksaan yang dilakukan dilaboratorium, telah ditemukan makanan dan minuman yang positif mengandung boraks dan rodamin B, diantaranya mie basah, cincau dan delima.
Melalui brosur yang dibagikan, tertera nama-nama bahan pengawet yang berbahaya serta definisinya dan ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, formalin dan rodamin B serta efek samping yang ditimbulkan jika makanan yang mengandung zat berbahaya di konsumsi.
"Jelas boraks itu adalah senyawa berbentuk kristal berwarna putih tidak berbau dan biasanya digunakan untuk kepentingan industri seperti bahan pembersih, pengawet kayu dan pengontrol kecoak. Bahkan bisa dijadikan menjadi bahan pengawet mayat," jelasnya, Ahad (5/7/15).
Ditambahkannya, ciri-ciri makanan yang mengandung Borax warna makanan lebih mencolok, tekstur kenyal, tidak lengket dan tidak mudah putus. Efek yang ditimbulkan, jika dikonsumsi berlebih bisa menyebabkan diare, muntah, depresi, merah dilendir, serta efek fatal lainnya.
Formalin adalah zat berbahaya berbentuk cair tidak berwarna, bau sangat menyengat dan biasanya digunakan untuk desinfektan, pengawet mayat dan pembasmi serangga. Ciri-ciri makanan yang mengandung formalin tahan lama tidak mudah rusak, tekstur keras, kenyal tidak padat, dan tidak mudah rusak dalam waktu lama.
Sedangkan efek yang ditimbulkan, jika dikonsumsi menimbulkan kerusakan organ tubuh, mual, gangguan konsentrasi, kerusakan hati, hingga berkembangnya sel kanker.
Sedangkan Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau/ungu kemerahan dan tidak berbau, bisanya digunakan untuk pewarna kain, kosmetik dan sabun. Efek samping jika dokonsumsi dapat menyebabkan gejala pembesaran hati dan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan fisiologis tubuh dan kanker hati.
Terakhir Paisal, mengimbau kepada seluruh masyarakat Dumai agar selektif dan berhati-hati mengonsumsi takjil yang di jajakan di pasar-pasar Ramadhan.
"Jangan tergiur dengan makanan yang dijual dengan harga lebih murah dan warna mencolok, bisa saja makanan dan minuman tersebut mengandung zat berbahaya yang akan menimbulkan efek fatal bagi kesehatan tubuh," pungkasnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Management Walkthrough & Safari Ramadhan Direksi Pertamina Drilling
-
Sosial
Penentuan Awal Ramadan 1446 H Akan Digelar 28 Februari 2025, Kemenag Siapkan Sidang Isbat
-
Sosial
Penentuan Awal Ramadan 1446 H Akan Digelar 28 Februari 2025, Kemenag Siapkan Sidang Isbat
-
Nasional
Kemenag Tetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah 12 Maret 2024
-
Pendidikan
Arti Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Datang Bulan Ramadhan
-
Pendidikan
Ini Doa Niat Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasa Ramadhan

