• Home
  • Kesehatan
  • Lakukan 3 Langkah Ini Mampu Cegah Anemia pada Anak

Lakukan 3 Langkah Ini Mampu Cegah Anemia pada Anak

Hadi Pramono Kamis, 18 Januari 2018 10:14 WIB
PEKANBARU - Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah sehat pada tubuh rendah, sehingga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. 

Sel darah merah berperan penting dalam membawa oksigen ke jaringan tubuh, terutama pada anak yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Anemia tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga dapat menyerang anak, bahkan bayi. Anak sering mengalami anemia yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi zat besi atau anemia defisiensi besi (ADB).

Pada bayi dan anak-anak, anemia dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan dan gangguan perilaku, seperti penurunan aktivitas motorik dan gangguan interaksi sosial. Anemia memberikan gejala berupa kulit, bibir dan kuku yang pucat.

Gejala ini terjadi secara perlahan, sehingga sulit untuk mendeteksi gejala anemia di tahap awal. Namun sebelum semua itu terjadi, Anda lebih baik mencegah anemia pada anak sejak dini.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah anemia pada anak, terutama anemia defisiensi besi (ADB):

1.Membatasi pemberian susu sapi
Bayi biasanya akan terhindar dari ADB pada usia enam bulan pertama, karena akumulasi zat besi pada tubuh sebelum lahir. Namun, setelah berusia enam bulan, bayi tidak mendapatkan cukup zat besi baik dari ASI (air susu ibu) saja atau susu sapi.

Memberikan susu sapi justru dapat menyebabkan bayi kehilangan zat besi. Jika berlebihan, bayi juga tidak mau makan makanan lain yang lebih kaya akan zat besi. Oleh sebab itu, susu sapi biasanya tidak direkomendasikan untuk anak usia di bawah satu tahun.

2.Memberikan serealia dan susu dengan fortifikasi besi
Serealia dan susu yang sudah ditambahkan mikronutrisi zat besi dapat mencukupi kebutuhan zat besi anak. Biasanya, makanan tersebut diberikan ketika masa MPASI (makanan pendamping ASI), atau masa transisi dari ASI atau susu formula ke makanan padat.

3.Diet seimbang
Usahakan memberikan anak makanan yang kaya akan zat besi secara teratur. Contoh makanan yang kaya akan zat besi seperti biji-bijian, serealia dengan fortifikasi besi, daging merah, kuning telur, sayuran hijau berdaun, sayuran kuning, buah-buahan, tomat, dan kismis.

Zat besi pada daging lebih mudah diserap daripada tumbuh-tumbuhan atau makanan yang difortifikasi. Bagi anak yang vegetarian, Anda perlu memberikan sayur dan buah sumber zat besi lebih banyak.

Perlu diperhatikan juga bahwa mengonsumsi zat besi dengan kafein seperti teh atau kopi dapat menurunkan jumlah zat besi yang diserap oleh tubuh. Sedangkan vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.

Melalui penjabaran di atas, Anda diharapkan dapat mencegah anemia (terutama anemia defisiensi besi) pada anak sejak dini. Jangan sampai anemia menghambat tumbuh kembang anak Anda. Dikutip dari klikdokter.com.

Inilah Tanda dan Gejala Anemia pada Anak

Anemia merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak. Menurut Survei Nasional Indonesia pada tahun 1995, anak di bawah usia 5 tahun yang mederita anemia adalah sebanyak 41%.

Anemia atau kurang darah adalah penyakit yang terjadi akibat kurangnya kadar hemoglobin di dalam darah. Penyakit ini terbagi menjadi beberapa jenis, namun yang paling sering menimpa anak adalah anemia akibat kekurangan zat besi.
Anak yang kekurangan zat besi biasanya akan memiliki bentuk kuku dengan permukaan kasar, mudah terkelupas dan patah. Tak menutup kemungkinan, anak juga mempunyai bentuk kuku menyerupai sendok alias kolonikia.

Pada kasus yang parah, anak yang kekurangan zat besi akan memiliki permukaan lidah tanpa papila (rata), sering terkena sariawan, dan mengeluhkan nyeri di lambung.

Tanda dan gejala anemia pada anak

Gejala anemia yang paling sering ditemukan pada anak, di antaranya:
1.Kulit anak terlihat pucat dalam waktu lama
2.Anak sering lemas dan lelah
3.Anak mudah terinfeksi penyakit

Selain tiga di atas, anak yang anemia juga terkadang mengeluhkan telinga berdengung dan mata kunang-kunang. Sedangkan bila sudah memasuki usia sekolah, biasanya anak yang anemia akan mengalami penurunan prestasi belajar, daya tahan tubuh rendah, serta gangguan perilaku.

Nah, jika Anda tidak ingin anak mengalami keadaan seperti di atas, pastikan kebutuhan gizinya terus terpenuhi, terutama di tiga tahun pertama kehidupannya. Hal lain yang tak kalah penting adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti imunisasi, membiasakan cuci tangan pakai sabun, serta membiasakan anak mengonsumsi makanan kaya zat besi.

Jika anak terlanjur menunjukan tanda dan gejala yang merujuk pada anemia, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter. Semakin dini dideteksi dan diobati, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh. Jangan anggap remeh anemia, sebab penyakit ini dapat benar-benar menganggu tumbuh kembang si Kecil.

(zik/zik)
Tags AnemiaRawat AnakTips Sehat
Komentar