Minyak Kayu Putih Dipercaya Bisa Cegah Corona?

ANTARA Sabtu, 31 Oktober 2020 10:39 WIB
PEKANBARU - Selama ini olesan minyak kayu putih dipercaya bisa mencegah penularan corona. Itu sebabnya banyak yang mengoleskan cairan yang bisanya dipakai sebagai obat gosok masuk angin itu, pada kapas dan diselipkan di masker.

Namun sejumlah dokter menyatakan, mengoleskan minyak kayu putih atau minyak esensial dengan aroma tertentu pada masker tidak memberi dampak apa-apa karena belum ada data ilmiah yang menyebut bahwa minyak kayu putih bisa membunuh virus korona baru.

"Bukan buat sehat, yang ada adalah (mengoles di masker) untuk meyakinkan diri kita masih bisa membaui," kata dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto,Sp.KO saat dihubungi Antara beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Covid-19 tidak selalu menimbulkan gejala hilangnya kemampuan untuk membaui. Pada orang tanpa gejala, kondisi tubuh terasa baik-baik saja dan tidak ada gejala khusus.

Oleh karena itu, olesan minyak kayu putih pada masker bukan jaminan penggunanya pasti akan terlindung dari virus korona baru.

Dokter Freddy Ferdian juga menyatakan minyak esensial seperti kayu putih atau peppermint berfungsi sebagai aromaterapi untuk menyegarkan dan meningkatkan konsentrasi, namun bukan untuk mencegah ataupun mengobati Covid-19.

"Penggunaan minyak ini juga bersifat individual karena beberapa orang yang sensitif atau alergi terhadap minyak tertentu dapat mengalami pusing, nyeri kepala, sesak, dan gatal saat menghirupnya," kata Freddy.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, mengatakan eucalyptus memang memiliki sejumlah zat aktif yang bersifat anti-bakteri, anti-virus, dan anti-jamur.

"Memang pernah ada penelitian eucalyptus efektif untuk membunuh virus betacorona, tetapi bukan virusnya Covid-19, SARS-CoV-2," kata dr Inggrid kepada Kompas.com.

Dia menjelaskan virus korona pada penyakit yang mewabah saat ini, SARS-CoV-2, memang termasuk dalam virus betacorona.

"Tetapi virus corona SARS-CoV-2 ini termasuk betacorona yang lebih baru dan khusus. Jadi penelitiannya itu bersifat in vitro, (eucalyptus) membunuh virus betacorona, tetapi baru sebatas itu," kata Inggrid.

Selain itu, Inggrid mengungkapkan ada penelitian bioinformatika tentang zat aktif eucalyptus terhadap virus SARS-CoV-2. Kendati demikian, penelitian ini hanya berupa molecular docking atau simulasi di komputer. Simulasi tersebut dilakukan dengan menyamakan molekul zat aktif pada eucalyptus dengan molekul protein virus SARS-CoV-2.

Sementara itu, Muliadi Limanjaya, Dokter Umum di RS Pondok Indah " Bintaro Jaya, lewat surat elektronik mengatakan dia tidak menyarankan pengolesan kayu putih di kapas untuk diselipkan pada masker.

"Penggunaan minyak-minyak tertentu pada masker, selain dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan akibat aroma yang terlalu intens, juga dapat menutup pori atau lubang filtrasi pada masker, sehingga tidak disarankan."
Tags MaskerMinyak AnginMinyak Kayu PutihPakai MaskerVirus CoronaVirus Covid19
Komentar