• Home
  • Kesehatan
  • Pemkab Meranti Imbau Pedagang Jajanan Tak Gunakan Bahan Pengawet

Pemkab Meranti Imbau Pedagang Jajanan Tak Gunakan Bahan Pengawet

Selasa, 03 Mei 2016 21:15 WIB
MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kesehatan setempat menghimbau kepada para pedagang jajanan dilingkungan sekolah agar menjual makanan dan minuman bebas dari bahan pengawet serta zat pewarna.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Misri Hasanto, kepada sejumlah awak media mengimbau para pedagang jajanan agar menjual kepada anak didik diharapkan produk yang sehat, sehingga perkembangan otak anak nantinya bisa tumbuh normal.
 
"Makanan atau minuman yang dicampur dengan berbagai bahan kimia akan berdampak buruk bagi pertumbuhan dan kesehatan anak. Bahkan kalau bisa makanan mie instan atau sejenisnya termasuk makanan snakc, sebaiknya dihindari," imbaunya kepada para pedagang. 

Dengan demikian, kata dia, sehingga anak tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan makanan yang terbuat dari proses kimia. Kepada pihak sekolah juga diingatkan agar meneliti produk makanan dan minuman yang dijajakan di berbagai sekolah yang ada.

"Jika memang masih menjual makanan atau minuman yang tidak sehat tersebut agar diberikan peringatan jika perlu dilarang berjualan di pekarangan sekolah," ungkap Misri Hasanto, mengantisipasi merebaknya makanan yang kurang sehat yang akan dikonsumsi anak didik.

Disebutkan Misri, sebenarnya para orangtua di rumah juga harus mengingatkan anak-anaknya agar tidak sembarangan makan dan minum di luar rumah. Demikian juga kepada para guru di sekolah harus sampai perhatiannya terhadap kegemaran anak didiknya saat keluar main.

"Sehingga di depan kelas walaupun tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa, tapi pemahaman konsumsi makanan dan minuman sehat tersebut wajib disampaikan kepada anak didiknya," katanya.

Diakuinya lagi, pengaruh zat kimia dalam tubuh manusia seperti obat sekalipun pasti ada dampak negatifnya. Pengaruh kimia pada anak-anak juga menyebabkan perilaku anak yang berubah. Sering melawan perintah orang tua maupun guru, malas mengerjakan PR dan mudah marah.

(rdk/fan/rmc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar