• Home
  • Kesehatan
  • Tragis, Dampak Kabut Asap Bikin 1.300 Orang Terserang ISPA

Tragis, Dampak Kabut Asap Bikin 1.300 Orang Terserang ISPA

Jumat, 18 September 2015 16:59 WIB
DUMAI - Musibah kabut asap yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat kurang lebih 1.300 orang menederita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Dumai. Data ini di input Dinas Kesehatan setempat mulai dari Januari hingga September 2015.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal, mengaku cukup prihatin jumlah penderita ISPA akibat dampak buruknya kualitas udara karena kabut asap selama beberapa hari belakangan ini di Kota Pelabuhan dan Industri. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Jumlah ini cukup luar biasa bagi daerah ini. Selain tidak memiliki kawasan hutan dan lahan terbakar, dampak kabut asap kiriman mampu memberikan penyakit ISPA kepada 1.300 orang. Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan meningkatnya jumlah penderita ISPA," jelasnya, Jumat (18/9/15).

Oleh sebab itu, sesuai arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, pihak RSUD Dumai maupun pihak Puskesmas menambah jadwal layanan kepada masyarakat selama musibah kabut asap ini berlangsung. Selain itu, rumah sakit daerah juga memberikan layanan khusus kepada pasien penderita ISPA.

"Pemerintah menyediakan ruangan khusus di RSUD Dumai untuk menangani pasien ISPA selama kabut asap berlangsung. Dengan adanya layanan khusus ini bisa memberikan pertolongan super maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat yang terserang ISPA akibat kabut asap," ujar Paisal, kepada media.

Diterangkan Kadiskes Dumai, pada musibah kabut asap ini juga membuat seorang siswi bernama Vania Ayunda Devara, salah satu pelajar kelas X di SMAN 2 Dumai, Kamis (17/9/15) kemarin terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Dumai setelah mengalami sesak nafas akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Spontan saja, pihak rumah sakit yang menerima pasien seorang pelajar itu langsung menangani super ekstra. Pihak sekolah sendiri juga langsung menghubungi orangtua siswa agar segera datang ke ruang IGD RSUD Dumai untuk melihat kondisi anaknya yang mengalami sesak pernafasan diduga karena kabut asap.

Orangtua Vania Ayunda Devara, Devi Herawati, mengaku kaget begitu mendapat kabar anaknya masuk RSUD Kota Dumai karena sesak nafas. Ia pun langsung bergegas menuju RSUD Dumai melihat anaknya yang sudah di oksigen oleh petugas kesehatan. Dia pun sempat kawatir akan kondisi anaknya. 

"Saya sudah menyarankan agar tidak masuk sekolah kepada Vania, sebab kondisi kabut asap cukup tebal dan membahayakan kesehatan. Anak saya ngaku kalau di sekolah ada materi penting dan tidak mungkin untuk dilewatinya. Sayapun hanya bisa pasrah dengan semangat anak saya ingin sekolah itu," jelasnya.

Sebagai orangtua murid, Devi menyarankan kepada Pemko Dumai melalui Dinas Pendidikan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar menjelang kondisi kabut asap menghilang. Selain itu, kepada pihak sekolah diharapkan bisa memberikan materi pembelajar yang bisa dikerjakan peserta didik selama libur.

"Sebelum kabut asap benar-benar hilang lebih bagusnya aktifitas belajar mengajar dihentikan sementara waktu. Terus pihak sekolah memberikan pembelajaran yang bisa dikerjakan peserta didik selama dirumahkan. Sehingga anak didik juga tidak menjadi korban asap dan tidak ketinggalan materi pembelajaran," harapnya.

Penjabat Walikota Dumai Arlizman Agus, sendiri bersependapat dengan apa yang disampaikan orangtua murid selama musim kabut asap melanda daerah ini untuk menghentikan aktifitas belajar mengajar di seluruh sekolah. Tapi, sekolah harus memberikan pembelajaran yang bisa dikerjakan peserta didik selama di rumah.

"Kita tidak ingin putra-putri kita jatuh sakit selama musim kabut asap ini. Tapi kita juga harus memikirkan kepada anak didik kita jangan sampai ketinggalan mata pelajaran selama libur sementara karena kabut asap. Bagusnya memang harus diberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada anak didik kita ini," jelasnya.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar