Warga Palika Rohil Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis
Selasa, 26 Mei 2015 18:45 WIB
ROKAN HILIR - Warga di Kepenghuluan Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) Rokan Hilir mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pelayanan dalam memberikan informasi kepada masyarakat khususnya ibu-ibu tentang kesehatan baik tentang kehamilan, gizi balita, KB dan kegunaan kartu Jamkesmas yang kini disebut BPJS oleh pihak Puskesmas Panipahan.
Kepala Puskesmas Panipahan, dr Netty Juliana, Selasa (26/5) mengatakan, dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengingatkan kembali kepada masyarakat yang berobat agar membawa kartu Jamkesmas yang kini berganti nama BPJS karena dengan kartu ini 24 jam dilayani gratis dipuskesmas Panipahan.
Bagi ibu yang bersalin juga gratis, peserta rujuk balik seperti penderita hipertensi, demam, asma, epilepsi termasuk rawat inap. "Jadi bagi masyarakat jangan ragu serta khawatir menggunakan kartu tersebut pelayanan tidak dibedakan baik obat-obatan dan kamar rawatan dengan pasien umum," penekanan Netty saat itu.
Pelayanan diberikan Senin (25/5) kemarin, petugas medis, mulai dari Idawati, Amkeb selaku bidan koordinator mengajarkan senam bagi ibu hamil (bumil,red) yang datang keposyandu tersebut sebanyak 8 orang dan juga menjelaskan tanda kehamilan serta yang dilarang saat hamil yang tentunya membahayakan janin seperti merokok, minum beralkohol dan minum obat sembarangan tanpa petunjuk dari medis.
Dilanjutkan, Marlina, Amk pemegang program gizi juga memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda balita yang gizi baik maupun kurang, ASI eksklusif, serta mengukur panjang badan bayi dan menimbang berat badan dibantu oleh kader posyandu tersebut dan memberitahukan jika didapati balita BGM (bawa garis merah).
Pihak puskesmas terus memantau dan memberikan susu dan MP ASI secara gratis yang kini masih tersedia dipuskesmas yang hadir sekitar 30 orang ibu datang membawa balitanya di posyandu ini.
Dan untuk bidang promosi kesehatan Leni Marlina Amkeb dan Darwis Amk selalu mengingatkan tentang sanitasi lingkungan disekitar rumah baik didalam maupun diluar rumah agar kaleng dan sampah yang berserakan dikubur atau dibakar supaya tidak menjadi potensi berkembangbiaknya nyamuk yang mengancam kesehatan bersama.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kunjungan keposyandu, jangan hanya sampai anak umur setahun saja, seharusnya sampai dengan lima tahun, karena diposyandu tumbuh dan kembang anak dapat terpantau setiap bulannya oleh kader dan petugas kesehatan.
(yan/yan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Suyatno Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Rokan Hilir
-
Maritim
ICMI Rohil Akan Gelar Pelatihan Ternak Lele Bioflok
-
Kesehatan
Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Rohil Dirikan 3 RTK
-
Traveler
Pemkab Rohil Terus Berhani Objek Wisata Pulau Jemur
-
Hukrim
Mantan Kepala Bappeda Rohil Lolos dari Kasus Korupsi Jembatan Pedamaran II
-
Sosial
Noprio Sandi Resmi Jabat Ketua PWI Rohil 2016-2017

