• Home
  • Lingkungan
  • 2.300 Personil Gabungan Siap Padamkan Karhutla di Riau

2.300 Personil Gabungan Siap Padamkan Karhutla di Riau

Kamis, 10 September 2015 13:13 WIB
Sebanyak 2.300 personil gabungan lintas kesatuan mengikuti apel siaga. Mereka siap diterjunkan untuk padamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau.
PEKANBARU - Sebanyak 2.300 personil gabungan mengikuti apel siaga pemadaman kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Roesmin Noerjadin Pekanbaru, Kamis (10/9/15).

Gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai langkah penanganan bencana kebakaran lahan dan hutan yang ditargetkan tuntas dalam dua minggu ke depan. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangle. 

Dalam sambutannya, Willem menekankan agar seluruh pasukan gabungan yang akan diturunkan bisa memaksimalkan upaya pemadaman, baik darat maupun udara. "Dengan kekuatan personil yang ada sekarang ini tak perlu lagi mendatangkan personil dari luar," katanya.

Willem yakin Pemerintah daerah Riau sudah memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran lahan dan terbukti dengan berkurangnya jumlah titik api dan asap. "Pemprov Riau dibantu seluruh daerah sudah memaksimalkan kinerjanya dalam pemadaman," tegasnya.

Sedangkan dampak kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang melanda Provinsi Riau, beberapa bulan terakhir memberikan dampak buruh bagi kesehatan masyarakat. Buktinya, selama musim kabut asap sudah ribuan masyarakat terserang penyakit ISPA dan Asma.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril, kepada sejumlah awak media mengatakan, sesuai data yang masuk ke instansinya sedikitnya sudah 9.386 warga  terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Pneumonia, Asma, Iritasi Mata dan Iritasi Kulit akibat kabut asap.

"Jadi selama Siaga Darurat Karhutla di Riau, sudah 9.386 warga terserang berbagai penyakit, dimana yang terbanyak itu terserang ISPA. Ini menjadi luka mendalam bagi kita semua. Musibah tahunan ini menjadi momok menakutkan bagi kesehatan manusia di Provinsi Riau," katanya, kemarin.

Diterangkan dia, data yang diperoleh Dinas Kesehatan Riau dari beberapa Kabupaten dan Kota menunjukkan, penderita ISPA mencapai 7.412 orang, Peneumia 290 orang, Asma 296 orang, Iritasi Mata 485 orang dan Iritasi Kulit  903 orang. Jumlah ini bisa bertambah jika kabut asap masih ada.

"Memang dari data itu jumlahnya masih jauh dari tahun 2014 lalu. Tetapi jika kabut asap akibat karhutla masih terus terjadi, bukan tidak mungkin jumlahnya bertambah. Kami harapkan kepada semua lapisan masyarakat untuk menggunakan pelindung atau masker kalau sedang berada di luar rumah," ungkapnya.

Dengan menggunakan pelindung hidung atau masker, kata dia, secara tidak langsung masyarakat tidak menghirup partikel halus dampak dari sisi kebakaran hutan dan lahan yang beterbangan dibarengi kabut asap pekat. Kemudian diimbau masyarakat juga untuk memperbanyak minum air putih.

"Saya minta agar masyarakat untuk membatasi kegiatan diluar ruangan selama kabut asap berlangsung, terutama bagi mereka memiliki riwayat penyakit asma. Kalaupun mau keluar rumah, gunakanlah masker. Perbanyak minum air putih dan banyak makan buah," pungkas Kadiskes Riau ini.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar