21 Ribu Hektare Lahan PT NSP Terbakar di Meranti

Jumat, 07 Februari 2014 17:42 WIB
Teks Foto: lahan kebun sagu Desa Kepau Baru dilalap api yang menyebar dari PT NSP. (foto istimewa: Walhi Riau)

PEKANBARU - Sebagian besar wilayah Riau kembali diselimuti kabut asap, hasil pembakaran hutan dan lahan. Salah satu penyumbang kabut asap itu yakni terbakarnya 21 ribu haktare lahan milik PT Nasional Sagu Prima (NSP) di Kepulauan Meranti. 

Riko Kurniawan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (7/2/14), menyebutkan hasil investigasi pihaknya menemukan lahan kebakaran yang paling luas terbakar berada di areal areal konsesi HTI Sagu PT NSP (Sampoerna Agro Group) di Desa Kepau, Baru Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kebakaran di areal HTI PT NSP ini bermula pada satu titik kecil di blok K.26, Kamis (31/1/14) sekitar pukul 19.30 WIB. “Kebakaran ini gagal dipadamkan karena kelalaian pihak perusahaan yang mempunyai areal konsesi seluas 21 ribu hektar tidak mempunyai peralatan memadai guna memadamkan api yang membara,” kata Riko.

Ditambahkannya, sistem budi daya sagu PT. NSP yang mempergunakan sistem kanalisasi juga turut menjadi penyebab cepat menjalarnya api di areal konsesi PT NSP ke perkebunan masyarakat.

Pantauan di lapangan, PT NSP hanya mempunya pompa air pemadam api sebanyak tiga unit, yang dapat beroperasi hanya satu unit. “Dengan areal konsesi seluas itu, jelas kelalaian ini merupakan kelalaian yang terstruktur yang mengakibatkan api membesar dan melahap 500 hektare lebih pohon sagu," katanya.

Kondisi angin yang kencang dari arah Pulau Rangsang, membuat api cepat menyebar ke perkebunan sagu milik masyarakat. Pada Sabtu, 1 Febuari 2014 sekitar pukul 13.30, kurang dari sepuluh meter jarak api telah menyebar ke pemukiman yang menyatu dengan kebun sagu warga. Warga berkonsenterasi menyelamatkan pemukiman mereka.

“Adapun hingga sore kemarin api dari areal PT NSP telah melahap lebih dari 250 hektar perkebunan sagu rakyat,” kata Abdul Manan, warga Desa Sungai Tohor yang membantu pemadaman api di Desa Kepau Baru. Desa Sungai Tohor bertetangga dengan desa Kepau Baru.

Katanya lagi, kebakaran di areal PT NSP tiap tahun terjadi. Tahun ini merupakan kebakaran terbesar selama perusahaan ini beroperasi. Ironisnya, PT NSP sama sekali tidak memberikan bantuan masker dan kesehatan terhadap masyarakat.

"Setelah kebakaran berjalan hampir tiga hari PT National Sago Prima sama sekali belum memberikan bantuan medis kepada masyarakat,” tukas Abdul Manan.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar