952 Hektar Kebun Sagu Masyarakat Meranti Terbakar

Rabu, 26 Maret 2014 16:00 WIB

SELATPANJANG - Berdasarkan data dari pemerintah kecamatan Tasik Putri Puyu, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wialayah kerjanya sejak dua bulan terakhir telah meluluhlantakan seluas lebih kurang 2.414 hektar lahan dan perkebunan milik masyarakat yang tersebar di 9 desa.

Dari jumlah tersebut, yang paling banyak mengalami kebakaran adalah lahan kebun sagu, dengan total 952 hektar. Selain itu, kebun karet milik masyarakat ada 452 hektar yang ludes terbakar. Ditambah dengan kebun kelapa dan sawit 10 hektar, serta kebun Akasia seluas 1.000 hektar.

Dari 10 desa di kecamatan Tasik Putri Puyu, hanya satu desa saja yang tidak mengalami karhutla, yakni desa Dedap. Sementara itu, desa yang paling terparah mengalami kebakaran Tanjung Padang dan Selat Akar.

Demikian diungkapkan Camat Tasik Putri Puyu, Fakhrurrozi SSos kepada wartawan Rabu (26/3/14). Diakuinya, itu merupakan data terakhir dalam pertengahan bulan Maret ini, dan belum termasuk Karhutla yang lainnya, seperti yang terjadi di desa Tanjungpadang sejak sepekan ini.

"Data luas kebun dan lahan tersebut kita rangkum dari desa-desa yang mengalami kebakaran beberapa bulan belakangan ini," ungkapnya.

Menyangkut soal kerugian masyarakat akibat Karhutla itu, Fakhrurrozi belum bisa memperkirakannya secara rinci. Namun, yang jelas dampak dari musibah ini aktivitas perekonomian masyarakat jadi terganggu.

Ditambahkannya pula, sebagai langkah antisipasi serta siaga terjadinya kembali Karhutla, pihak kecamatan terus berkoordinasi bersama pemerintah desa. Termasuk soal kendala maupun hambatan dilapangan dalam melakukan aksi pemadaman api.

"Karena saat ini masih musim panas dan kering, kami terus berkomunikasi dengan pihak desa. Kami terus siaga, kuatir nantinya kebakaran kembali terjadi lagi, seperti halnya di desa Tanjungpadang," ujarnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar