Asap Menebal, Warga Rohil Panik dan Borong Masker

Kamis, 13 Maret 2014 11:22 WIB

BAGANSIAPIAPI - Asap semakin tebal, Kamis (13/3/14) di Bagansiapiapi, Rokan Hilir. Ketebalan asap ini membuat warga panik. Disamping murid sekolah dipulangkan mendadak, kebutuhan masker medesak, penjual masker mengaku kehabisan stok, sedangkan masker gratis dari pemerintah tidak terlihat. 

Kepanikan masyarakat terlihat mulai pukul 09.00 WIB, asap semakin tebal, sehingga berada didalam rumahpun, jarak pandang terbatas, dan telah membuat mata pedih.

Murid sekolah dipulang, dan pengakuan beberapa murid, mereka tidak diliburkan, melainkan hanya dipulangkan saja, untuk tingkat SD, mereka masuk sekolah seperti biasa keesokan harinya, tapi masuk pukul 09.00 WIB, sedangkan untuk tingkat SLTP, masuk seperti biasa. 

Guru dan murid serta masyarakat yang panik merasakan asap semakin tebal berupaya mencari perlindungan kesehatan dengan mencari masker, namun masker gratis dari pemerintah tidak terlihat dibagikan disaat kondisi genting. 

Akibatnya, penjual masker didepan Pasar Pelita Bagansiapiapi menjadi upaya masyarakat menyelamatkan diri, ternyata stok masker yang mereka punya juga terbatas.

Menurut penjualnya Aidil, dalam satu hari mereka menjual masker lebih dari 10 lusin, bahkan khusus untuk asap tebal secara mendadak saat itu, tingkat penjualan naik secara drastis, bahkan diprediksinya, dalam waktu singkat akan habis. 

Masker yang tinggal dengan harga perbuah Rp 10 ribu, dan jika dalam pembelian dua masker, bisa dengan harga Rp 15 ribu, tapi untuk masker yang lebih baik, seharga Rp 15 ribu satu, sudah habis terjual semua, bahkan pesanan mereka ke Pekanbaru tak kunjung datang. 

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir Junaidi dihubungi melalui selulernya, mereject handphone, sehingga belum diketahui secara pasti mengapa Dinas Kesehatan setempat tidak membagikan masker gratis disaat kritis. 

Belum ada tanda-tanda kabut asap berkurang, kepanikan warga terus bertambah, didalam rumah mereka tetap memakai masker, sedangkan guru serta murid, paling banyak menyerbu tempat penjualan masker.***(nop)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar