• Home
  • Lingkungan
  • Bagus Dukung Pengangkatan Petugas Khusus di Setiap Desa Rawan Karhutla

Bagus Dukung Pengangkatan Petugas Khusus di Setiap Desa Rawan Karhutla

Senin, 10 Maret 2014 10:38 WIB

BENGKALIS - Bencana asap dan kebakaran hutan belum dapat diatasi . Masyarakat dibuat kalang kabut segala upaya telah dilakukan namun tak kuasa menghilangkan asap dan memadamkan api. Masyarakat berharap pemerintah mengangkat secara terstrukur petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan dengan merekrut warga di setiap desa.

“ Libatkan warga, minimal 2 orang setiap desa ditunjuk sebagai relawan tanggap kebakaran hutan dan lahan. Tinggal bagaimana pemerintah provinsi dan Kabupaten Kot, membuat secara permanen, ini langkah yang bisa menghentikan kebakaran hutan dan lahan” kata Sobirin menyinggung permasalahan kebakaran pada acara silaturahmi warga desa Resam Lapis Kecamatan Bantan dengan anggota DPRD Provinsi Riau Bagus Santoso.

Usulan senada disampaikan Legiono tokoh pemuda Desa Bantan Tengah, Legiono bersama warga kewalahan memadamkan api yang membakar kebun milik masyarakat. Berbagai upaya yang dilakukan berujung sia-sia, api terus merembet dan membakar kebun tanpa terkendali. Legino juga berharap kepada pemrintah untuk membantu peralatan yang dibutuhkan seperti mesin robin dan selang untuk mengambil air dari parit tidak ada.

“ Kami mohon dapat bantuan, dalam kondisi seperti ini, mengharap pemerintah sangat rumit, perlu masuk anggaran dulu dan menunggu ketok palu, kami berharap dari para dermawan dan perseorangan untuk membantu desa kami” harap Legiono .

Pantauan di lapangan hampir lahan dan kebun dikampung-kampung di pulau Bengkalis terbakar, Dari Senggoro, Bantan Tengah, Ulu Pulau, Kelemantan, Bantan Air, Wonosari, Taman Sari. Asap pekat menyesakkan pernafasan dan membuat pedih mata. Warga terus berusaha memadamkan api dengan peralatan ala kadarnya. 

Ditempat terpisah Bagus Santoso anggota DPRD Provinsi Riau dari Bengkalis turut bersama warga memadamkan api di Taman Sari Desa Senggoro. Seusai ramai-ramai memadamkan api, Bagus Santoso mengatakan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab semua pihak. Meski dengan peralatan apa adanya kepada warga Bagus Santoso menghimbau untuk tetap siaga dan waspada.

“ Jangan salahkan orang lain, sekarang mari kita sama-sama ikhtiar memadamkan api agar tidak merembet ke rumah dan pemukiman warga. Bencana ini sudah terjadi dan sekarang bagaimana kita tetap berusaha menghadapinya” tegas Bagus Santoso.

Terkait dengan permasalahan pengendalian kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dikatakan Bagus Santoso setiap desa sudah saatnya ditunjuk petugas penanganan hutan yang permanen yang dibiayai oleh anggaran Kabupaten dan Kota. Sejauh ini upaya yang dilakukan oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Provinsi Riau terbukti kewalahan. 

Sedangkan permasalahan yang dihadapi di lapangan adalah tidak tersedianya alat perlengkapan pemadam kebakaran lahan dan hutan di desa. Untuk itu pemerintah semestinya membantu peralatan yang diperlukan seperti mesin robin, selang air, dan sarana angkutan yang dapat menembus lahan dan hutan. “ Berikan bantuan dan tunjuk petugas setiap desa, ini salah satu cara untuk mengatas karhutla” imbuh Bagus Santoso.***(rls) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar