- Home
- Lingkungan
- Bupati Meranti Minta Pusat dan Pemprov Bantu Hujan Buatan
Bupati Meranti Minta Pusat dan Pemprov Bantu Hujan Buatan
Sabtu, 08 Februari 2014 11:57 WIB
SELATPANJANG - Untuk menangani meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, pemerintah daerah setempat sudah melakukan koordinasi meminta bantuan Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau guna merekayasa hujan buatan di daerah yang umumnya bergambut ini.
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, mengatakan koordinasi meminta bantuan Pemerintah Pusat itu dilakukan karena kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan sulit ditangani bila tidak dengan cara menurunkan hujan buatan.
“Kita sudah koordinasikan ke Pemerintah Pusat untuk membantu kegiatan rekayasa hujan buatan di wilayah ini, guna memadamkan api yang semakin meluas di lahan gambut,” kata Bupati Irwan.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan, sudah terjadi di beberapa titik di daerah ini. Seperti di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kecamatan Rangsang dan Rangsang Pesisir. Oleh karena itu, diharapkan bantuan Pemprov Riau dan Pusat dalam pemadaman kebakaran yang terjadi di beberapa tempat itu.
“Kita harap hujan buatan segera, kita tidak mampu karena keterbatasan alat, dan SDM. Selain itu air tak ada. PT NSP juga sudah all out, saat ini hanya mengandalkan alam. Kita minta Badan Penanganan Bencana Provinsi Riau segera turun," ujar Irwan.
Diinformasikan dari lapangan, akibat kejadian ini, sudah ribuan hektar hutan dan lahan perkebunan masyarakat, juga perusahaan di Kepulauan Meranti yang hangus terbakar. Kesulitan pemadaman api karena akses yang sulit, angin kencang dan keterbatasan sumber air.
Sementara itu, kabakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur yang terjadi sejak beberapa hari belakangan, tidak hanya meluluh lantakkan kebun. 4 unit Eskavator milik PT Nasional Sago Prima (NSP) anak perusahaan Sampoerna Agro juga ikut terbakar saat berusaha memadamkan api di lokasi kebakaran.
Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi, mengatakan kebakaran terus meluas dan membakar lahan baru milik PT NSP dan lahan masyarakat. Tidak hanya itu, ditambahkan Helfandi, bahkan saat ini sudah ada 4 dari 5 eskavator milik perusahaan terbakar saat melakukan upaya pemadaman di lokasi perusahaan.
“Saya dikabari oleh pihak perusahaan bahwa 4 unit eskavator terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Helfandi.
Sementara kawasan perkebunan sagu yang saat ini sudah terbakar di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur, rincinya, lebih kurang 2.300 hektar yang terdiri dari seluas 1.200 hektar lahan milik perusahaan dan seluas 1.100 hektar lahan milik masyarakat.
“Kebakaran ini diluar dari kebakaran lahan masyarakat di Desa Kepau Baru tempo hari sekitar 200 hektar. Kalau lahan masyarakat yang 200 hektar sudah padam. Tinggal lagi lahan yang 2.300 tersebut,” kata Camat Helfandi.
Kawasan yang sudah terbakar lahan sagunya, jelas Camat Tebingtinggi Timur itu diantaranya di Desa Kepau Baru, Teluk Buntal, Desa Lukun dan Batin Suir. “Selain itu juga kebakaran terjadi sedikit di Desa Tanjung Sari,” ungkapnya. ***(moc/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

