• Home
  • Lingkungan
  • Cuaca Laut Kurang Bersahabat, Sekda Meranti Imbau Waspada

Cuaca Laut Kurang Bersahabat, Sekda Meranti Imbau Waspada

Jumat, 24 Januari 2014 16:17 WIB

SELATPANJANG - Cuaca ekstrim yang terus menerjang perairan Meranti kian mencemaskan. Tiupan angin kencang dari arah utara yang tiba-tiba berubah arah ke Timur Laut menyebabkan ombak di perairan Selat Air Hitam, Selat Asam, Perairan Tanhung Motong dan Perairan Rangsang tak bersahabat. 

Menyikapi hal tersebut para nelayan dan kapal penumpang diminta waspada. "Kita minta agar para nelayan dan pengelola jasa angkutan untuk waspada dan ekstra hati-hati. Jangan membawa penumpang melebihi batas kapasitas. Kita tidak ingin korban tenggelam di laut bertambah," ungkap Sekda Kepulauan Meranti, Iqaruddin, kemarin.

Kondisi cuaca ekstrim dan tidak stabil lanjut Sekda, memang sangat menyulitkan bagi para nelayan dan pengelola jasa angkutan laut. Terlebih perairan Selat Air Hitam dan beberapa perairan lainya, terkoneksi dengan perairan Selat Malaka, Akibat nya, sangat rentan diterjang ombak besar. 

Bahkan perairan Selat Air Hitam yang terlindung pulau Rangsang, tak luput dari tiupan angin kencang yang menyebabkan bergeloranya perairan yang menjadi batas alam antara Pulau Tebing Tinggi dengan Pulau Rangsang tersebut.

"Kalau memang kondisi cuaca dan laut juga tak bersahabat, kita minta agar para  nelayan untuk ektra hati-hati. Bila perlu tunda dulu aktifitas melautnya, sampai cuaca benar-benar baik” beber Sekda.

Untuk lebih memaksimalkan upaya pengamanan penyebrangan, Sekda mengatakan Pemkab Meranti telah melakukan koordinasi dengan jajaran terkait yang melibatkan Dinas Perhubungan, Syahbandar maupun maayarakat luas.

"Kita minta agar petugas Dishub maupun syahbandar untuk menempatkan petugas di sejumlah titik naik turun warga di kota Selatpanjang maupu pelabuhn rakyat. Kewaspadaan itu  sangat penting, Jadi para petugas instansi harus siap untuk bekerja ekstra keras” imbuh Sekda.

Ditemukan sekitar perairan Insit, 3 mil dari TKP

Memasuki hari ketiga menghilang sejak Selasa (21/1) siang lalu, Khaidir Bin Arifin (54) warga Jalan Bantar Darat RT09 RW06 Kecamatan Rangsang Barat, ditemukan tak bernyawa. Khaidir tenggelam di perairan Selat Air Hitam sepulangnya dari menjual ikan di Selatpanjang.

Menurut laporan Danposal Selatpanjang, Syaiful Rahman, Khaidir ditemukan mengapung di perairan Selat Air Hitam tepatnya di laut Insit atau 3 mil dari lokasi kejadian sekitar pukul 09.05 Wib. Hasil ini, setelah dilakukan pencarian sejak, Selasa hingga Kamis (23/1) pagi ini.

“Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka untuk dilakukan prosesi sebelum pemakaman” ungkap Syaiful Rahman.

Untuk menemukan ayah 4 orang anak ini, diturunkan beberapa tim baik dari Meranti maupun dari Provinsi Riau. Adapun beberapa tim yang turun diantaranya Basarnas Pekanbaru, Polair, KPLP, Polair Polda Riau, Syahbandar, Dishub Meranti, dan masyarakat tempatan.***(dok) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar