• Home
  • Lingkungan
  • Dampak Asap, Jarak Pandang Minim dan Udara Level Berbahaya di Dumai

Dampak Asap, Jarak Pandang Minim dan Udara Level Berbahaya di Dumai

Selasa, 15 September 2015 01:11 WIB
DUMAI - Kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Dumai, Provinsi Riau membuat jarak pandang hanya mencapai seratus meter. Bahkan, berdasarkan pengukuran menggunakan alat Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) PT Chevron, udara di Dumai menyentuh level 404 PSI dan masuk dalam kategori Hazardous atau berbahaya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai, Bambang Surianto mengatakan, akibat kabut asap karhutla, kualitas udara di Dumai kian memburuk. "Berdasarkan pengukuran menggunakan alat ISPU PT Chevron udara di Dumai masuk kategori Hazardous atau berbahaya," kata Bambang, kepada media ini, Senin (14/9).

Menurut Bambang, pihaknya langsung melaksanakan rapat koordinasi melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, dan Instasnsi terkait membahas kualitas udara yang kian memburuk. Pasalnya, selama beberapa hari ini kondisi kabut asap kian pekat dan masuk level berbahaya bagi kesehatan manusia.

"Langkah awal kami akan melakukan pembagian masker, jika tidak ada halangan besok KLH dan BPBD Dumai dibantu instansi terkait lainnya akan membagi-bagikan masker gratis kepada masyarakat untuk mencegah ISPA," ujar Bambang, saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Kota Dumai, jelang sore.

Bambang juga mesti membikin laporan kondisi udara sebagai dasar memutuskan kebijakan, seperti meliburkan sekolah dan lain sebagainya. Sebab, kualitas udara di Dumai dilihat semakin memburuk, dan dikhawatirkan mempengaruhi kesehatan masyarakat dan pelajar khususnya.

"Namun kami masih akan memantau kualitas udara setiap jam sebelum membuat laporan, sebab kualitas udara di Dumai masih sering berubah-ubah, ini dikarenakan titik api tidak terdapat di Dumai melainkan asap kiriman yang bisa hilang kapan saja terbawa angin," ucap Bambang.

Menurut Bambang, dari hasil pengukuran pada Sabtu (12/9) Pukul 06.39 WIB, kualitas udara berada di level 138 PSI dengan status Unhealthful atau tidak sehat. Kemudian empat jam kemudian tiba-tiba naik dan berada di level 404 PSI dengan kategori Hazardous atau berbahaya."Setiap hari berubah kondisi kabut asap," katanya. 

Akibat berubah-ubahnya status udara, pihaknya belum dapat mengeluarkan surat anjuran untuk meliburkan sekolah. Sedangkan Kepala BPBD Kota Dumai, Tengku Ismed mengatakan, kabut asap menyelimuti Kota Dumai merupakan asap kiriman dari daerah lain. 

"Ini asap kiriman dari daerah lain, sebab berdasarkan pantauan Satelit NOAA di Dumai tidak ditemukan titik api (Hotspot)," kata Ismed. Ismed mengimbau kepada seluruh lapisan Masyarakat Kota Dumai agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, gunakan masker buat mencegah penyakit saluran pernapasan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sugarin, menambahkan, ketebalan kabut asap di Riau terus bertambah. Jarak pandang di Riau mengalami penurunan. "Di Pekanbaru jarak pandang hanya 300 meter. Kondisi yang sama juga terjadi di Dumai," kata Sugarin.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar