• Home
  • Lingkungan
  • Plt Gubri Pasrah Ketika Warga Pekanbaru Minta Diungsikan karena Asap

Plt Gubri Pasrah Ketika Warga Pekanbaru Minta Diungsikan karena Asap

Selasa, 15 September 2015 01:06 WIB
PEKANBARU - Kota Pekanbaru dinyatakan sudah tidak layak dihuni lantaran kualitas udaranya berbahaya bagi kesehatan. Untuk itu, sejumlah warga mulai mengungsi ke daerah lain, ada juga meminta pemerintah membantu mereka pindah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengaku tak mampu memenuhi permintaan warga guna dievakuasi. Alasannya, menurut dia seluruh Sumatera sudah dikepung kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.

"Evakuasi itu tidak mungkin. Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan daerah perbatasan lainnya juga berdampak kabut asap. Tidak ada daerah yang tak terpapar kabut asap," kata Andi Rachman, sapaan akrabnya, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (14/9).

Andi menyebutkan, kondisi udara di seluruh Riau dinyatakan dalam keadaan berbahaya. Seluruh alat ISPU di Riau sudah menunjukkan tingkat kadar zat berbahaya berada di atas 300 Psi. Artinya polusinya lebih tinggi dari oksigen.

"Kualitas udara berbahaya sudah berjalan beberapa hari. Saya juga tak menduga separah ini, apalagi upaya pemadaman titik panas sudah dilakukan maksimal. Apa yang terjadi sekarang juga merupakan imbas dari kebakaran hutan dan lahan dari provinsi tetangga," ujar Andi.

Karena itu, Andi hanya bisa mengimbau warga membatasi aktivitas di luar. Dia merasa tidak mampu melakukan langkah evakuasi karena Sumatera sudah tertutup kabut asap.

(rdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar