• Home
  • Lingkungan
  • Dampak Asap, Penyakit Paru Akut Bakal Serang Masyarakat Riau

Dampak Asap, Penyakit Paru Akut Bakal Serang Masyarakat Riau

Minggu, 09 Maret 2014 13:56 WIB

PEKANBARU - Kabut asap yang semakin tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Riau saat ini benar-benar telah dirasakan dampaknya oleh Masyarakat. 

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat, hingga saat ini sudah ada sekitar 38 ribu warga masyarakat yang terserang penyakit terkait pernafasan. Jumlah ini melonjak drastis, karena akhir minggu lalu angkanya masih berada pada 27 ribu orang. Padahal warga sudah berusaha menangkal sap dengan bermasker ke mana-mana.
 
Tetapi dibalik itu semua, ternyata dampak kabut asap ini menyimpan ancaman yang lebih mengerikan. Diperkirakan dalam 10 tahun ke depan, akan terjadi ledakan kasus penyakit paru-paru akut yang akan menyerang kawasan Riau. 

Tidak hanya sekedar sesak nafas, penyakit yang kemungkinan besar muncul adalah bronkhitis akut, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang bisa mengakibatkan gagal nafas dan juga kanker paru. 

'Jadi dampaknya setelah 10 tahun ke depan, dalam jangka panjang, masyarakat Riau ini akan banyak yang terkena PPOK, dan menderita kanker paru. Dan itu terutama pada warga berusia di atas 40 tahun dan para Manula, sedangkan pada anak-anak akan menyebabkan radang paru, bronchitis, pneumonia yang bisa menyebabkan kematian,' terang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Azizman Saad seperti dilansir dari Voaindonesia.com, Minggu (9/3/2014).

Dokter Azirwan juga menjelaskan, akan sulit sekali mencegah ancaman penyakit seperti kanker paru di masa depan, karena asap ini memiliki partikel yang sangat kecil. 

Masker yang biasa dipakai masyarakat tidak efektif, karena partikel-partikel ini masih bisa melewati pori-porinya. Sedangkan masker yang bisa seratus persen menahan partikel asap harganya tidak murah.

Dalam banyak kasus, kata Azizman Saad, satu-satunya rekomendasi yang diberikan bagi kelompok masyarakat ini hanya meninggalkan Riau untuk sementara waktu. 

'Sekarang penyakit PPOK itu penyebab kematian nomor enam di Indonesia. Sedangkan bagi kami di Riau, dalam 10 penyakit terbanyak penyebab kematian, PPOK ada di urutan nomor tiga. Nanti, dalam 10 tahun ke depan mungkin akan menjadi penyakit nomor satu terbanyak sebagai penyebab kematian,' terangnya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar