• Home
  • Lingkungan
  • Dewan Tuding Disnas PU Meranti Tak Becus Urus Pembangunan

Dewan Tuding Disnas PU Meranti Tak Becus Urus Pembangunan

Selasa, 05 November 2013 20:19 WIB

SELATPANJANG - Anggota DPRD Kabupaten kepulauan Meranti, Afrizal Cik S.sos Msi, menilai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten kepulauan Meranti  tidak konsisten dalam menjalankan tugas, khususnya pada pembangunan infrastruktur  jalan, seperti halnya pembangunan  jalan (gang Cempaka) di desa banglas Kecamatan TebingTinggi kabupaten Kepulauan Meranti.

Dalam pengesahan APBD  TA 2013 Pembangunan gang tersebut, semulanya disepakati , 2x188 meter (lebar 2 meter dan panjang jalannya 188 meter) dengan anggran yang disyahkan  Rp. 120,000.000  namun kenyataannya dalam pelaksanaan pekerjalan  jalan gang tersebut hanya 1,6x188 , artinya sudah terjadi  pengurangan volume," ungkap Afrizal Cik Msi.

"Kita akan laporkan kinerja PU tersebut  ke inspektorat, kita juga akan mempertanyakan atas dasar apa dinas PU memnbangun jalan gang tersebut  dengan mengurangi volume yang sudah disyahkan,Jikapun ada perubahan harus ada pemeberitahuan dan persetujuan dari DPRD.  Insah Allah Besok rabu (06/11 hari ini-red) kita akan laporkan ke inspektorad dan kita akan minta pihak inspektorat untuk bersama-bersama kita meninjau  langsung pembangunan Jalan gang tersebut," sebut Afrizal Cik.

Menurut Afrizal Cik, pembangunan jalan gang tersebut segaja di buat lebar agar lebih mudah dilalui oleh masyarakat dan bisa dilalu oleh kendaraan roda 4, sehingga jika ada masyarakat yang  mendadak sakit   dan membutuhkan kendaraan roda 4 seperti ambulance  bisa  melewati jalan tersebut,  hal itu tentunya akan lebih mempermudah masyarakat. Namun kenyataannya jalan tersebut dikurangi volumenya.

Selain itu kata, Afrizal Cik,kita juga sama-sama  mengetahui kalau di wilayah Kepulauan meranti  ini rawan akan kebakaran, apa lagi dimusim kemarau , jika jalan  gang tersebut di lebar tentunya jalan tersebut bisa dilalu oleh mobil damkar maupun kendaraan roda 4 lainya.

"Begitu juga sebaliknya jika jalan itu dibangun dengan ukuaran kecil seperti yang ada itu, tetntunya akan sulit dilewati oleh kendaran roda 4, jika terjadi kebakaran maka akan sulit bagi Damkar untuk membatu memdamkan api jika terjadi musibah Kebakaran di daerah  tersebut, begitu jika ada masyarakat yang sakit mendadak tentunya membutuhkan proses untuk menuju ambulan sehingga akan memakan waktu lebih lama untuk sampai kerumah sakit," jelasnya.

Menurut Afrizal cik, sekarang ini bukan saatnya  memmbodohi dan memiskinkan masyarakat dengan program pembangunan yang tidak tepat sasaran, dengan membangun jalan kecil, sebab jika jalan dibangun dalam sekalah lebih besar tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat, dan aktifitas mereka juga akan lebih lancar, jika jalan yang dibangun kecil akhirnya manfaat jalan tersebut tidak dapat dirasakan oleh masyarakat dengan maksimal.

"Pengurangan volume pembangunan jalan gang tersebut bukan saja terjadi dijalan Cempeak itu saja, namun ada beberapa jalan lainya yang juga mengalami hal yang sama, seperti hal pembangunan jalan gang Ampera dua di kelurahan selatpanjang  timur juga terjadi pengurang volume," sebutnya.

Afrizal cik juga berharap, masing - masing SKPD hendaknya dapat mendukung program bupati yang menginginkan pemerataan pembngunan infrastruktur jalan hingga kepelosok desa, namun  lebarnya  jalan, serta kualitas jalan yang akan dibangun tersebut juga perlu diperhatikan. Sebab jika tidak maka pemerataan pembangunan jalan tersebut akan sulit terwujud sebutnya.kita dari anggota DPRD kepulauan Meranti tetntunya sangat mendukung program pemerataan pembangunan infrastruktur tersebut. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar