Fogging Tak Boleh Sembarangan,

Diskes Meranti Imbau Warga Terapkan 3M Plus

Kamis, 11 September 2014 18:15 WIB

SELATPANJANG - Selama ini jika ada kasus demam berdarah, kebanyakan orang langsung melakukan fogging. Tapi sebenarnya cara yang
lebih ampuh mengatasi demam berdarah adalah membasmi jentik nyamuk, Jadi jangan hanya mengandalkan fogging. 

Karena Fogging itu sebenarnya menghancurkan nyamuk dewasa yang memang paling susah dibasmi, dan Suspect belum pasti demam berdarah, maka penanggulangan harus dengan penyelidikan epidionologi.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr. Irwan Suandi, melalui Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M), Muhammad Fahri S.Km saat ditemui wartawan kemarin dikantornya. 

Dia menuturkan cara mengantisipasi nyamuk adalah menemukan tempat di mana nyamuk paling gampang dimatikan dan tidak bisa lari kemana-mana, yaitu di jentiknya karena di situ nyamuk tidak bisa lari.

"Kita tak mungkin melakukan fogging secara keseluruhan, karena nyamuk bisa terbang kemana-mana dan nyamuk tidak hanya lari 100-500 meter, sedangkan semprot radius hanya mencapai 20 meter saja," ungkapnya.

Selain itu, menurut kasi P2M itu fogging atau pengasapan juga tidak boleh dilakukan sembarangan, karena bisa memicu terjadinya resistensi atau kekebalan pada nyamuk sehingga perlu dicari pestisida penggantinya.

Pemberantasan nyamuk dengan fogging maupun penyemprotan hanya mengusir nyamuk untuk sementara, dan terkadang kurang sehat bagi mereka yang alergi pada asap fogging ini.

Menurut Fahri, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Untuk itu warga dihimbau menerapkan 3M plus. Karena menurutnya 3M Plus adalah tindakan yamg dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik.

Kemudian untuk menghindari gigitan nyamuk demam berdarah dapat dilakukan dengan cara pertama Menguras, yakni, menguras tempat-tempat penampungan air. 

Kedua, Menutup yakni menutup rapat semua tempat penampungan air, ketiga Mengubur yakni mengubur semua barang-barang bekas yang ada disekitar atau di luas rumah yang dapat menampung air hujan.

Kemudian kata fahri, Plus tindakan memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk. "Membunuh jentik nyamuk Demam Berdarah ditempat air yang sulit dikuras atau sulit air dengan menaburkan bubuk Temephos (abate) atau Altosoid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 sendok makan 200 liter air," rincinya.

Dijelaskan juga Fahri pada bulan juni 2014 lalu tepatnya di Desa Lukun, disitu ada 2 penderita Danguage Shock Syndrome (DSS) dan telah dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

Kemudian terkait jumlah terindikasi DBD dalam tahun 2014 ini di Kabupaten Kepulauan Meranti, Fahri mengakui ada sebanyak 38 orang. "Sebanyak 38 orang terindikasi namun belum ada yang meninggal," tutupnya.***(roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar