- Home
- Lingkungan
- Diskes Pekanbaru Nyatakan Rawan Demam Berdarah
Diskes Pekanbaru Nyatakan Rawan Demam Berdarah
Jumat, 29 November 2013 14:17 WIB
PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan kota Pekanbaru menyatakan jumlah kasus
DBD (Demam Berdarah Dengue) sepanjang tahun 2013 hingga minggu ke empat bulan
November mencapai 86 kasus.
Meskipun jumlah ini jika dibandingkan kasus tahun lalu
jauh berkurang Diskes tetap mengngingatkan masyarakat bahwa seluruh wilayah di
Pekanbaru endemik DBD atau rawan DBD.
"Benar kasus tahun ini terbilang sedikit, jika tahun lalu lebih dari 200 kasus
sekarang jumlahnya masih dibawah 100, kita berharap hingga akhir tahun tidak terjadi
penambahan kasus lagi,"ungkapnya Rini Hermiyati kepada Riauterkini.com, Jumat
(29/11/2013).
Dikatakannya, wilayah yang paling banyak terjadinya kasus DBD berada di kecamatan
Tampan, hal ini karena wilayah itu mempunyai penduduk yang padat dan rentan
terjadinya air tergenang akbat hujan.
"Salah sati faktor yang membuat perkembangan nyamuk DBD adalah cuaca yang
berubah-ubah, ditambah lagi dengan adanya air tergenang membuatnya semakin cepat
bekembang,"lanjutnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kasikes menghimbau kepada seluruh warga untuk
tetap menjaga kebersihan lingkungan, jangan biarkan nyabuk DBD berkembang
biak.
"Laksanakan prilaku hidup bersih, buang sampah pada tempatnya,"katanya.
Diprediksi kondisi cuaca hingga akhir tahun curah hujan akan semakin tinggi ini juga
dikhawatirkan kasus DBD akan semakin bertambah, maka dari itu untuk mengantisipasi
Diskes mengintruksikan seluruh puskesmas untuk menyebar jumatik (juru pemantau
jentik) kerumah-rumah.
"Jika diindikasi ada sarang DBD maka akan dilakukan penyemprotan atau
fogging"singkatnya.***(dan)
DBD (Demam Berdarah Dengue) sepanjang tahun 2013 hingga minggu ke empat bulan
November mencapai 86 kasus.
Meskipun jumlah ini jika dibandingkan kasus tahun lalu
jauh berkurang Diskes tetap mengngingatkan masyarakat bahwa seluruh wilayah di
Pekanbaru endemik DBD atau rawan DBD.
"Benar kasus tahun ini terbilang sedikit, jika tahun lalu lebih dari 200 kasus
sekarang jumlahnya masih dibawah 100, kita berharap hingga akhir tahun tidak terjadi
penambahan kasus lagi,"ungkapnya Rini Hermiyati kepada Riauterkini.com, Jumat
(29/11/2013).
Dikatakannya, wilayah yang paling banyak terjadinya kasus DBD berada di kecamatan
Tampan, hal ini karena wilayah itu mempunyai penduduk yang padat dan rentan
terjadinya air tergenang akbat hujan.
"Salah sati faktor yang membuat perkembangan nyamuk DBD adalah cuaca yang
berubah-ubah, ditambah lagi dengan adanya air tergenang membuatnya semakin cepat
bekembang,"lanjutnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kasikes menghimbau kepada seluruh warga untuk
tetap menjaga kebersihan lingkungan, jangan biarkan nyabuk DBD berkembang
biak.
"Laksanakan prilaku hidup bersih, buang sampah pada tempatnya,"katanya.
Diprediksi kondisi cuaca hingga akhir tahun curah hujan akan semakin tinggi ini juga
dikhawatirkan kasus DBD akan semakin bertambah, maka dari itu untuk mengantisipasi
Diskes mengintruksikan seluruh puskesmas untuk menyebar jumatik (juru pemantau
jentik) kerumah-rumah.
"Jika diindikasi ada sarang DBD maka akan dilakukan penyemprotan atau
fogging"singkatnya.***(dan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

