Hama Tikus Serang Tanaman Padi Petani di Rohil

Kamis, 12 Desember 2013 21:36 WIB

BAGANSIAPIAPI - Petani padi di Rohil harus berjuang keras agar padinya bisa dipanen. Setelah berbuah, dua ancaman datang, banjir dan serangan hama tikus. Kondisi ini agak aneh dari biasanya, karena, kalau banjir, tikus berkurang, namun terjadi sebaliknya. 

“Kemaren seharian saya harus menengok padi saya yang sudah habis dimakan tikus, padahal air banjir, kondisi ini tidak biasanya terjadi, kalau banjir, tikus biasanya tidak ada, tapi sekarang kok tikusnya makin banyak,” kata Sawal heran, petani di Kepenghuluan Serusa, Kecamatan Bangko Rohil, belum lama ini. 

Pada awalnya, Sawal merasa ancaman padi yang sudah berbuah dan siap panen tersebut hanya banjir, sehingga dia pergi melihat sawahnya. 

Namun alangkah terkejutnya dia, 2/3 padinya sudah ditumbang tikus, batang padi terpotong-potong, dan tidak bisa dipanen lagi. “Ngak bisa dipanen sama sekali, padinya sudah terendam,” katanya sedih. 

Kondisi lapangan yang biasa mereka alami, tikus banyak ketika sawah tidak berair, dan itu memang sudah lumrah dialami petani disana, tidak disaat banjir. 

Sementara itu, meski diserang hama tikus dan terkena banjir, petani disana masih ada yang sempat panen, terlihat banyaknya padi yang dijemur dipinggir jalan raya dikawasan tersebut, termasuk banyak padi disejumlah rice milling (penggilingan padi).***(nop) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar