- Home
- Lingkungan
- Ini Jawaban Soal Abu Gunung Kelud Sampai ke Jakarta
Ini Jawaban Soal Abu Gunung Kelud Sampai ke Jakarta
Jumat, 14 Februari 2014 15:34 WIB
JAKARTA - Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kediri, Blitar dan Malang meletus pada Kamis (13/2/2014) malam. Debunya sampai ke Purbalingga, Jawa Tengah, bahkan Bandung, Jawa Barat, yang jaraknya ratusan kilometer dari Gunung Kelud. Mengapa debu-debu gunung itu bisa terbang sejauh itu?
Ternyata Kuncinya ada pada ketinggian dan kecepatan angin. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa lapisan atmosfer dan kecepatan anginnya.
Gunung Kelud meletus pada Kamis malam pukul 22.15 WIB. Dari Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Kukuh Ribudiyanto, berikut hasil analisa pergerakan arah angin dan kecepatannya:
Lapisan atmosfer terendah ketinggian 1 km ke atas arah angin dominan ke arah timur laut dengan kecepatan 9 km/jam. Lapisan menengah, 4 km ke atas, arah angin dominan ke arah barat laut dengan kecepatan 30 km/jam.
Lapisan atas, 7 km ke atas, arah angin dominan ke arah barat dan barat daya dengan kecepatan 50 km/jam. "Debu-debu itu sampai ke Solo, Yogyakarta cenderung di lapisan atas, yang ketinggian 7 km, arah angin dari timur ke arah barat," kata Kukuh.
Diperkirakan, angin yang membawa debu Gunung Kelud mengarah ke barat sampai 2 hari ke depan dengan kadar debu yang makin menispis. "Prakiraan kita bisa ke barat lagi, ke arah Jawa Barat, selama 2 hari itu makin jauh," kata dia.
Saat ini terpantau abu vulkanik sudah sampai ke Bandung, Garut, Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun ketebalannya tidak sama seperti di daerah Jawa Tengah dan Jatim.
Sementara pakar Meteorologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Tri Handoko Seto menguatkan keterangan Kukuh, yang membenarkan bahwa angin di lapisan bawah bertiup dari barat.
"Tetapi angin di lapisan 500 hPa atau sekitar 5 km berhembus dari timur kea rah barat dengan kecepatan 10-20 knot. Kita tahu bahwa ketinggian letusan lebih tinggi dari 5 km. Infonya, sampai 10 km," jelas Tri dalam surat elektronik yang diterima detikcom hari ini.
Oleh karena material letusan mencapai di atas 5 km maka debu-debu halus bisa terbawa jah ke arah barat. "Pasir dan kerikil tentu jatuh di sekitar Kelud pada radius kurang dari 50 km," kata dia.
Sebelumnya Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Kelud meletus selama 3 jam dengan ketinggian muntahan material mencapai 17 km. Volume material yang dimuntahkan mencapai 120 juta meter kubik.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

