Jalan Provinsi di Simpang Kumu Rohul Rawan Kecelakaan

Minggu, 24 Agustus 2014 18:13 WIB

PASIRPANGARAIAN - Jalan status provinsi dekat Simpang Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengalami kerusakan. 

Meski sudah sering terjadi kecelakaan di daerah itu, namun belum ada penanganan dari pihak Pemprov Riau.

Beberapa warga Simpang Kumu mengungkapkan, jalan provinsi di daerah mereka sudah lama mengalami kerusakan parah. Namun, sepertinya hal tersebut luput dari perhatian pihak provinsi.

Warga menyebutkan sudah kesekian kalinya terjadi kecelakaan di jalan rusak tersebut. Bahkan tak jarang, mobil bertonase terpuruk di tengah jalan dan menyebabkan kemacetan.

"Selain rawan kecelakaan, jalan juga berdebu saat musim kering. Kalau terus begini, kami bisa penyakitan," kata Eka, warga Simpang Kumu, Ahad (24/8/14).

Sementara itu, Kabid Prasarana Jalan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohul, Anton, mengatakan kerusakan jalan di Simpang Kumu sudah diinformasikan ke pihak provinsi. Kabarnya, mereka akan melakukan perawatan, namun belum diketahui jadwalnya.

Anton mengakui, jalan status Provinsi Riau di Simpang Kumu awalnya akan diambil oleh Pemkab Rohul, ditanggulangi melalui dana multiyears. Sayangnya, hal itu tidak tertangani.

"Pak Bupati meminta jalan dibangun oleh kabupaten sampai Simpang Kumu, namun tidak tertangani," jelas dia di ujung telepon, Ahad.

Anton mengatakan rencananya semua kerusakan jalan dari Boter Desa Rambah Tengah Hilir, Kecamatan Rambah sampai jembatan Sungai Kumu akan direhabilitasi atau tambal sulam. Ditargetkan, perbaikan jalan tersebut selesai sampai akhir tahun ini.

Sementara, untuk kerusakan jalan provinsi di Kumu akan ditangani pihak provinsi. Namun, baru-baru ini Kepala Desa Rambah meminta tolong ke Dinas BMP Rohul untuk memperbaikinya. 

Karena kabupaten tidak punya wewenang perbaiki jalan provinsi, mereka meminta tolong kontraktor untuk menurunkan alat beratnya ke lokasi. 

"Sebelumnya sempat bagus jalan disana (Simpang Kumu, red), namun karena banyak kendaraan tonase jalan kembali rusak," ungkap Anton.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar