• Home
  • Sosial
  • Diprotes 11 Ormas karena Kecam Gubri, Syarwan Tantang Dialog Terbuka

Diprotes 11 Ormas karena Kecam Gubri, Syarwan Tantang Dialog Terbuka

Minggu, 24 Agustus 2014 18:14 WIB

PEKANBARU - Sikap kritis mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid, yang diwujudkan dalam bentuk mengirim surat terbuka berisi kecaman terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Riau Annas Maamun yang dinilainya brutal, bukan mendapat dukungan. 

Sebaliknya, 11 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Riau memprotes langkah tokoh masyarakat yang berjasa memekarkan lima kabupaten dan kota di Riau tersebut. Bentuknya, mengirim surat resmi kepada Syarwan Hamid di Jakarta.

“Tiga hari yang lalu ada pegawai dari Kantor Penghubung Pemprov Riau di Jakarta yang data ke rumah saya dan menyerahkan amplop besar berisi 11 amplop kecil dari 11 ormas di Riau,” papar Syarwan saat berbincang dengan riauterkinicom melalui sambungan telephon, Sabtu (23/8/14). 

Sebelas ormas tersebut, jelas Syarwan Hamid, antara lain Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Riau dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau. Delapan Ormas lainnya, Syarwan mengaku tak ingat dengan baik. 

Mengenai isi surat kesebelas ormas tersebut, Syarwan menyebutkan seragam. Menyampaikan protes atas langkahnya mengirim surat terbuka berisi kecaman terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Riau Annas Maamun. Selain itu, kesebelas ormas tersebut juga meminta tokoh asal Siak tersebut mencabut kecamannya terhadap Gubri. 

“Tidak mungkin saya mau mencabut surat saya itu. Justru mereka (kesebelas ormas,red) yang seharusnya mencabut surat yang dikirim kepada saya. Karena itu tindakan yang sangat memalukan. Nampak sekali mereka menjalankan perintah gubernur,” tudingnya. 

Munculnya surat dari 11 ormas tersebut dikatakan Syarwan membuat keprihatinannya terhadap kondisi Riau dan masyarakatnya, semakin memuncak. Kondisi tersebut membuktikan bahwa hati nurani masyarakat Riau semakin terkikis. 

“Apakah sudah tidak ada lagi yang punya hati nurani? Siapa lagi yang masih bisa berpikir jernih, demi memikirkan nasib Riau? Sungguh saya sangat sedih mendapati keadaan ini,” keluh tokoh yang mewujudkan pemekaran lima kabupaten dan kota di Riau pada 2009 silam tersebut, saat menjadi Menteri Dalam Negeri. 

Tantang Dialog Terbuka

Menyikapi surat dari 11 ormas yang diterimanya, Syarwan mengaku tidak akan membalasnya, namun ia sudah menghubungi Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Al Azhar dan minta digelar dialog terbuka untuk membahasnya. 

“Saya sudah telphon Al Azhar dan minta digelar dialog terbuka membahas surat saya. Katanya, mau dijadwalkan. Saya sangat menunggu,” tuturnya. 

Demikian juga ke DPRD Riau, Syarwan mengaku juga sudah minta diagendakan rapat dengar pendapat membahas surat terbukanya kepada gubernur. Sebagaimana Al Ahzar, DPRD Riau juga baru sebatas menjanjikan untuk diagendakan. Syarwan mengharapkan, jika pertemuan tersebut benar-benar digelar, bisa hadir langsung Gubri Annas Maamun.***(mad) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar