Jembatan Selat Air Hitam Meranti Amblas Kelaut

Rabu, 26 Februari 2014 17:37 WIB
SELATPANJANG - Jembatan Turap Pemecah Gelombang yang dibangun Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum di Selat Air Hitam Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Rabu (26/2/14) amblas kelaut sepanjang 50 meter.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dalam insiden ini, namun sejumlah masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut mengaku cemat jika ada gelombang dahsyat menghantam wilayat tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti H Iqaruddin kepada media ini, Rabu (26/2/14) mengatakan, runtuhnya turap tersebut merupakan musibah yang ditimbulkan dari factor alam. 

Salah satunya mungkin abrasi, karena selat air hitam ini merupakan jalur transportasi laut yang setiap hari dilalui kapal-kapal laut mualai dari pompong Speckbot kapal Ferry sampai kapal niaga dalam sekala besar.

"Runtuhnya turap dipantai selat air hitam ini merupakan yang disebabkan factor alam disamping mungkin kualitas pembangunan turap itu seniri yang kurang baik, sehingga dengan mudahnya turap ini runtuh," ucap Sekdakab Meranti.

Meski begitu kata dia, wajib bersyukur tidak ada korban jiwa atas runtuhnya turap tersebut, namun demikian, pihaknya berharap kepada Pemerintah Provinsi Riau agar dapat meninjau langsung lokasi runtuhnya turap tersebut.

"Pemerintah Riau harus datang melihat kondisi ini, sehinga kalau memumngkinkan dapat di bangun kembali, menginggat  turap ini sangat perlu dibangun dipantai Selat Air Hitam sebagai pemecah gelombang, selain mampu memperindah wajah ibu kota Kabupaten ini," katanya.

Terkait banyaknya kapal dagang yang melakukan aktifitas bongkar muat di turap tersebut, Sekda mengatakan, saat ini pemerintah sudah mempersipkan lokasi pelabuhan kargo untuk aktifitas bongkar muat, dan saat masih dalam tahap pengerjaan.

"Jika pembangunan pelabuhan sudah siap maka aktifitas bongkar muat akan segera kita pindahkan. Namun untuk sementara ini aktifitas mereka disini dulu jelang pembangunan selesai," ujar Iqaruddin menijau lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Rangsang Barat.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat selatpanjang M.Latif menyaksikan langsung runtuhnya turap tersebut. Dia sangat menyanyangkan, bahkan menurut Latif, turap tersebut belum lama dibangun sekitar tahun 2009 atau tahun 2010 sudah runtuh

"Turap ini dibangun menelan biayan cukup banyak, tapi kok sudah runtuh. Turap yang runtuh ini menujukan kualitas pengerjaannya kuarang baik dan ujung-ujungnya masyarakat juga yang dirugikan, karena membangun turap itu mengunakan dana rakyat," katanya.

Dikatakan dia, untung saja runtuhnya turap itu waktu petang dan sudah tidak ada lagi yang beraktifias diseputaran turap yang runtuh tersebut, tapi jika runtuhnya di waktu pagi hari sudah bisa dipastikan aka nada korban jiawa.

"Apalagi jika runtuhnya di malam hari, karena turap itu di waktu malam hari turup itu dialihfungsikan sebagai pujasera, ratus orang masyarakat yang datang untuk makan dan minum sambil menikmati indahnya malam di Selat Air Hitam mungkin jadi korbannya," kata dia.

Musibah ini seharus dapat dijaikan pembelajaran bagi kita semua, terutama tentunya pemerintah, agar kedepannya dapat lebih jeli dalam melakukan pengawasan pekerjaan proyek, sehingga proyek tersebut lebih berkualitas dan lebbih tahan lama.

Gito juga berharap agar masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktifitas di atas turap tersebut, karena di beberapa sisi turap tersebut juga sudah parah dan bahkan bagian bawah turap tiang sudah banyak yang retakl dan kropos.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar