- Home
- Lingkungan
- Kantor Gubernur Riau Terselimuti Kabut Asap Pekat
Kantor Gubernur Riau Terselimuti Kabut Asap Pekat
Kamis, 25 September 2014 14:35 WIB
PEKANBARU - Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Kamis siang, terlihat masih diselimuti kabut asap pekat dampak peristiwa kebakaran hutan dan lahan di daerah setempat dan wilayah lainnya di Pulau Sumatera.
Dari pemantauan, Kantor Gubernur Riau setinggi sembilan lantai itu dari jarak sekitar 700 meter terlihat temaram, termasuk sejumlah gedung lain di sekitarnya.
Gedung Kantor Gubernur Riau yang menjulang tinggi di antara bangunan sekitarnya itu terselimuti kabut asap sejak beberapa pekan terakhir.
Kabut asap dampak kebakaran dan pembakaran hutan serta lahan tersebut beberapa hari lalu sempat hilang. Namun kembali muncul seiring maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan.
Sejumlah pengendara sepeda motor dan pejalan kaki tampak mulai mengenakan masker untuk mengantisipasi dampak asap bagi kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan bagian atas.
"Kami berharap agar pemerintah segera mengatasi persoalan ini," kata Anita (23), seorang mahasiswi Universitas Riau.
Gubernur Riau Annas Maamun sebelumnya menginstruksikan seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk bergerak cepat mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Annas juga telah mewacanakan tim siaga kebakaran hutan di setiap desa yang dianggap rawan termasuk melengkapinya dengan fasilitas memadai seperti mobil pemadam kebakaran dan mesim pompa air.
Para anggota tim siaga kebakaran hutan tersebut juga dijanjikan untuk diberikan honorarium per bulan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyatakan, kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Riau merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.***(ant-din)
Dari pemantauan, Kantor Gubernur Riau setinggi sembilan lantai itu dari jarak sekitar 700 meter terlihat temaram, termasuk sejumlah gedung lain di sekitarnya.
Gedung Kantor Gubernur Riau yang menjulang tinggi di antara bangunan sekitarnya itu terselimuti kabut asap sejak beberapa pekan terakhir.
Kabut asap dampak kebakaran dan pembakaran hutan serta lahan tersebut beberapa hari lalu sempat hilang. Namun kembali muncul seiring maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan.
Sejumlah pengendara sepeda motor dan pejalan kaki tampak mulai mengenakan masker untuk mengantisipasi dampak asap bagi kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan bagian atas.
"Kami berharap agar pemerintah segera mengatasi persoalan ini," kata Anita (23), seorang mahasiswi Universitas Riau.
Gubernur Riau Annas Maamun sebelumnya menginstruksikan seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk bergerak cepat mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Annas juga telah mewacanakan tim siaga kebakaran hutan di setiap desa yang dianggap rawan termasuk melengkapinya dengan fasilitas memadai seperti mobil pemadam kebakaran dan mesim pompa air.
Para anggota tim siaga kebakaran hutan tersebut juga dijanjikan untuk diberikan honorarium per bulan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyatakan, kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Riau merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.***(ant-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

