- Home
- Lingkungan
- Kebakaran Kebun Sagu dan Karet Terjadi di Merbau
Kebakaran Kebun Sagu dan Karet Terjadi di Merbau
Rabu, 12 Maret 2014 16:46 WIB
MERBAU - Kebakarah hutan dan lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini yang menjadi sasaran karhutla di Dusun I dan Dusun II Desa Sungai Tengah Kecamatan Merbau.
Diperkirakan kebakaran lahan perkebunan yang terjadi pada 2 Febuari lalu menghanguskan sekitar 60 hektar kebunan sagu dan karet milik masyarakat Desa tersebut.
Selain Desa Sungai Tengah, juga terjadi kebakaran lahan perkebunan masyarakat di Desa Parit Anak Kamal dan Desa Pelantai. Hingga hari ini api belum dapat diatasi secara menyeluruh, namun masyarakat terus berupaya untuk melakukan pemadam dengan peralatan seadanya.
"Bahkan selama sepekan ini masyarakat kita harus bermalam di kebun dan berjaga agar api tidak menyebar kekawasan lain yang belum terbakar.
Sebanyak II unit mesin robin kita kerahkan untuk pemaman kebakaran api yang melahap kebun maasyarakat tersebut," katanya.
Diantaranya 2 unit mesin robin milik Desa, 1 unit Mesin robin bantuan dari Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Basiran SE.MM, dan 8 unit mesin robin milik masyarakat, jadi sebanyak 11 unit mesin robin yang kita kerakan untuk memadamkan api.
"Kita mengharapkan adanya bantuan dari pihak pemerintah untuk memdamkan api yang membakar lahan perkebunan masyarakat ini sebelum lebih banyak lagi kebun yang ikut terbakar," ujarnya warga.
Warga sekitar mengaku tidak akan mungkin meminta bantuan sepenuhnya dengan pihak kabupaten, karena warga juga menyadari saat ini terjadi kebakaran disana sini, tidak mungkin pihak kabupaten hanya bisa terpokus di desa ini.
Sementara salah seorang masyarakat pemilik lahan perkebunan di Desa Sungai Tengah, M.Latif yang juga ikut langsung memadamkan api tersebut. Pihaknya mengakui kesulitan, karena menurutnya di bagian dalam kebun tersebut sangat sulit untuk mendapatkan sumber air.
M.Latif yang akrab disapa Lek Gito itu sangat berharap pihak Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti dapat segera membantu untuk memadamkan api yang melahap kebun masyarakat disini.
"Kebun ini merupakan satu-satunya sumber pencarian masyarakat disini, jika kebun ini ludes terbakar semua itu artinya kami dan masyarakat di desa Sungai Tengah bakal kehilangan penghasilan," pungkasnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

