Kemarau Ancam Kekeringan Sejumlah Desa di Rohul

Minggu, 16 Februari 2014 17:01 WIB

RAMBAHSAMO - Sepekan terakhir, beberapa desa di Kecamatan Rambahsamo, Kabupaten Rokan Hulu mulai sulit mendapatkan air. Kini, banyak warga beraktivitas mandi cuci kakus (MCK) di aliran sungai atau aliran irigasi di Kilometer 6 Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah.

"Kalau untuk memasak dan air minum, kami masih bisa membeli air isi ulang, tapi untuk mandi dan mencuci, harus ke sungai," kata Taufik, warga Rambahsamo, Ahad (16/2/14).

Camat Rambahsamo Suherman Nasution membenarkan warga di kecamatan mulai rawan kekeringan air sumurnya seperti Marga Mulya, Pasir Makmur dan Masda makmur.

"Ini merupakan kawasan rawan kesulitan air pada saat musim kemaru. Air sumur warga mulai menipis, namun masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan MCK dalam jangka waktu pendek," jelas Suherman.

Diakuinya, tidak sedikit warganya memanfaatkan saluran irigasi di KM 6 atau sungai-sungai kecil sekitar untuk kebutuhan MCK. "Sejauh ini belum ada warga yang membeli air bersih dari Dinas Tata Ruang dan Cipta karya (TRCK)," ungkapnya.

Menurut Camat, warga beberapa desa sudah terbiasa menghadapi kemarau dan mereka belum jadi kendala, apalagi ada sumur warga lain di desanya yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum dan memasak.

"Tapi kalau untuk MCK mereka lebih banyak beraktivitas di aliran sungai-sungai kecil," jelasnya.

Suherman mengungkapkan, saat ini Masjid Okak juga ramai didatangi masyarakat pada musim kemarau. Pasalnya, air di sumur masjid itu tak pernah kering meski sudah memasuki musim kemarau.

Beberapa desa di Kecamatan Rambahsamo merupakan daerah yang berada di ketinggian. Seperti biasanya, pada musim kemarau, karena sumur-sumur warga berada di tanah napal, pada musim kemarau sumur menjadi kering. Dan sebaliknya, pada musim penghujan, sumur mereka akan penuh.

Beberapa desa lain di Rambahsamo tidak mempermasalahkan datangnya musim kemarau seperti warga Desa Sungai Kuning, Lubuk Bilang dan Teluk Aur. Mereka terbantu karena adanya tempat penampungan air bantuan dari Program Pansimas.

Namun, untuk Desa Rambahsamo Barat merupakan ibukota kecamatan, menjadi daerah terparah saat musim kemarau datang. Proyek sumber air bersih dengan luas 4 hektar dibangun Dinas TRCK Rohul bersumber sharing budget APBN dan APBD Rohul 2013 kini masih dalam proses pembangunan dan masih tahap satu pengerjaan. Diperkirakan, jika proyek itu selesai, kebutuhan air bersih di Rambahsamo akan tercukupi.***(zal) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar