- Home
- Lingkungan
- Kemarau Panjang, Warga Kepulauan Meranti Kesulitan Air Bersih
Kemarau Panjang, Warga Kepulauan Meranti Kesulitan Air Bersih
Senin, 24 Februari 2014 19:32 WIB
SELATPANJANG - Warga Kabupaten Kepulauan Meranti selain kesulitan listrik, persoalan ketersediaan air bersih juga menjadi masalah di daerah ini.
Hingga kini warga untuk minum dan kebutuhan rumah tangga masih menggunakan air sumur dan kolam.
Meski sekarang ini di Dorak Selatpanjang telah beroperasi PT Meranti Tirta Investasi (MTI) yang menyuling air laut menjadi air bersih, namun ketersediaannya belum mampu menjawab kebutuhan masysarakat Meranti.
Saat ini. air bersih produksi PT MTI baru bisa dinikmati segelintir masyarakat ekonomi mapan di Kota Selatpanjang. Sedangkan kalangan masyarakat ekonomi kebawah, masih tetap memanfaatkan air sumur maupun air hujan yang ditampung dalam drum-drum bekas.
Dilihat dari kualitas air dimanffatkan warga ini, jelas kualitasnya tidak terjamin dan tidak layak untuk dikonsumsi.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Basiran Sarjono, mengatakan, saat ini masyarakat Meranti belum menikmati air yang benar-benar layak sesuai standar untuk dipergunakan. Hingga kini masyarakat Meranti masih berharap curah air hujan serbagai satu-satunya sumber air bersih.
"Air sumur, air parit maupu air hujan yang ditampung dalam drum-drum bekas, sebenarnya tidak terjamin kualitasnya. Untuk itu, kita berharap ada langkah strategis dari Pemkab Meranti untuk segera membangun instalasi air bersih bagi masyarakat," jelasnya.
Tidak hanya di kota Selatpanjang, kata Basiran, tapi juga di setiap kecamatan. Bagaimanapun juga, air bersih merupakan kebutuhan mendasar dan ssngat mendesak untuk bisa terpenuhi.
Menurutnya, buruknya kualitas air yang dimanfaatkan masyarakt berdampak luas pada masyarakat. Yang jelas, dengan buruknya kualitas air yang dimanfaatkan akan menyebabkan munculnya berbagai penyakit menular ditengah-tengah masyarakat.
Mulai dari penyakit diare, demam dan berbagai penyakit kulit, dan kusta merupakan salah satu diantara penyakit yang bersumber dari pemanfaatan kualitas air yang buruk.
Dengan demikian, mau tidak mau Pemkab Kepulauan Meranti harus segera mengambil langkah konkrit, tegas dan terencana untuk segera membangun instalasi penyediaan air bersih bagi masyarakat Meranti.
Yang paling penting dalam penyusunan program pembangunan penyediaan inatalasu air bersih ini, harus menyentuh pada komunitas masyarakat ekonomi lemah.
Bagaimanapun juga, kelompok ini merupakan komunitas yang paling rentan terpapar berbagai penyakit akibat pemanfaatan air yang tidak terjamin kualitasnya.
"Meskipun belum ada data valid, kita perkirakan 90% masyarakat miskin di Meranti, belum mendapatkan suplai air bersih yang benar-benar layak dan terjamin kualitasnya," urainya.
Bahkan, ribuan masyarakat miskin di berbagai pelosok pedesaan, pingiran kota maupun di tengah-tengah kota mengkonsumsi air yang tak layak. Untuk itu, program pembangunan instalasi air bersih harus menjadikan kelompok ini sebagai sasaran prioritasnya.
Menyinggung adanya minta pihak Investor Singapura untuk membangun kerjasama dengan Pemkab Meranti membangun instalasi air besih, Basiran mengatakan pada dasarnya Komisi II menyambut positif rencana tersebut.
Seperti yang diuraikan diatas, sasaran prioritasnya harus mampu menyentuh komunitas masyarakat miskin. Untuk itu, Pemkab Meranti harus mengkaji rencana ini secara detail, jangan sampai menguntungkan sepihak.
Maznah (42 th) warga dusun Sungai Senteng mengatakan, sulitnya mendapatkan sumber air bersih menyebabkan masyarakat memanfaatkan air parit atau air sumur.
Bahkan, kemarau panjang yang mendera Meranti dalam dua setengah bulan terahir ini menyebabkan masyarakat Dusun Sungai Senteng harus akur menggunakan air parit yang sudah bercampur air masin untuk mandi dan keperluan sehari-hari.
“Kecuali untuk minum dan memasak, saat ini seluruh aktifitas masyarakat daerah ini terpaksa menggunakan air masin. Mau bagaimana lagi, kami benar-benar tidak memiliki sumber air yang benar-benar bersih untuk keperluan sehari-hari," jelasnya.***(hkc/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

