Kesbangpolinmas Rokan Hilir Turut Tangani Karhutla

Selasa, 18 Februari 2014 18:01 WIB

BAGANSIAPIAPI - Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Rokan Hilir, Rahmatul Zamri mengungkapkan pemerintah daerah pada tahun ini meningkatkan pemantauan terhadap kasus kebakaran lahan dan hutan dengan lebih intensif lagi, guna mengantisipasi terjadinya temuan titik api dalam jumlah besar seperti pada tahun 2013 lalu. 

"Memang tahun ini untuk karhutla cepat dipantau dibandingkan sebelumnya, kalau kemarin (2013) baru dilakukan pada Juni, sekarang sejak Januari sudah kita perhatikan," katanya kepada awak media, kemarin. 

Dikatakan dia,  mulai Januari diketahui ada titik api dan terbanyak pada pertengahan sekitar tanggal 11 Januari ditemukan 48 titik api di beberapa kecamatan antara lain kecamatan Kubu, Tanah Putih, Rimba Melintang, Kubu Babussalam, Bangko Pusako, Bagan Sinembah, Pujud dan Rantau Kopar.

"Semua itu terdeteksi berdasarkan pada data dari satelit NOAA Singapura," kata Rahmatul Zamri menguraikan persoalan kebarahan hutan dan lahan di wilayah kerjanya. 

Tidak hanya mengamati berdasarkan satelit, dirinya bahkan langsung turun ke lapangan guna turut membantu menangani karhutla bersama dengan sejumlah pihak terkait. 

"Saya telah meninjau langsung dan memang ada beberapa lokasi yang sangat jauh dari jalan serta akses air yang sulit, hal ini membuat proses penanganan terhambat," kata Rahmatul, Selasa (18/2).

Meski demikian upaya pemadaman tetap terus dilakukan, terbukti dengan berhasil padamnya karhutla di Mumugo kecamatan Tanah Putih, karhutla di Batu Hampar dan Sekeladi. 

"Untuk yang skala kecil lebih cepat ditangani, kendala di lapangan yang sulit itu karena akses jalan yang jauh. Begitu juga kesulitan akses sumber air. Memang kita sempat Bloking juga macam di Batu Hampar dibikinkan kanal, tapi tak efekti juga," katanya. 

Pihak Kesbangpolinmas, secara teknis tidak berkaitan langsung dengan upaya pemadaman karhutla tapi karena ada unit damkar di Kesbangpol, yang selama lebih diarahkan untuk pemadaman rumah dan pemukiman akhirnya turut dilibatkan untuk pemadaman lahan. 

"Memang damkarnya bukan untuk spek pemadaman kawasan hutan lahan karena jangkauan dari mobil damkar paling jauh 500 meter sementara kawasan hutan puluhan kilo meter memang tak mungkin itu cuma karena kejadian kebakaran sejak beberapa tahun terakhir dishut bapedalda, dibantu masyarakat, memang mau tak mau kita juga ikut sinergi membantu," ujarnya.

Rahmatul menghimbau kepada masyarakat yang biasanya membuka kawasan untuk membangun kebun agar tidak dengan membakar. "Sekarang tindakan polisi juga tegas bila kedadapatan bakar lahan itu akan terjadi penangkapan, akan ada sanksi tegas, karena nanti dampaknya kebakaran itu luas apalagi selama ini mendekati musim kemarau jadi mohon kepada masyarakat jangan membakar lahan," ujarnya mengakhiri. (Jarmain)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar