- Home
- Lingkungan
- Konservasi Bandar Bakau Dumai Raih Penghargaan Nasional
Konservasi Bandar Bakau Dumai Raih Penghargaan Nasional
Selasa, 26 April 2016 09:06 WIB
DUMAI - Organisasi penggiat lingkungan, Pencinta Alam Bahari (PAB) Club Kota Dumai menyatakan bahwa konservasi bandar bakau dengan keanerakaragaman 24 jenis mangrove di Kecamatan Dumai Barat pernah meraih penghargaan nasional dan propinsi.
Selain itu, ditetapkan sebagai konservasi mangrove terlengkap di Provinsi Riau dan sering menjadi penelitian ilmiah para ilmuwan maupun akademisi di bidang lingkungan.
Ketua PAB Club Dumai Darwis Moh Saleh mengatakan, sejumlah penghargaan yang pernah diraih, diantaranya, Kader Konservasi Terbaik Nasional tahun 2014, Setia Lestari Bumi dari Gubernur Riau dan Adi Bakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut dia, bandar bakau yang berlokasi di pinggir pantai ini diciptakan untuk menjadi kawasan penahan laju abrasi laut ke daratan dengan melakukan penanaman berbagai jenis mangrove.
Pada Mei nanti, lanjut dia, PAB Club bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau akan menanami 30 ribu mangrove jenis api api dan perepat sebagai zona penyangga abrasi.
"Konservasi bandar bakau ini dimulai sejak tahun 1999 dan aksi penyelamatan ancaman abrasi dilakukan pada 2001 lalu, dan dalam perjalanan hingga sekarang telah meraih beberapa penghargaan lingkungan," kata Darwis, Senin.
Dijelaskan dia, pengelola bandar bakau juga membuka sekolah alam non formal setingkat sekolah dasar untuk menciptakan kader lingkungan sejak dini dan pelestarian mangrove dengan waktu belajar hanya hari Minggu.
Kemudian, bandar bakau seluas 20 hektar lahan milik Pelindo I Dumai ini banyak disinggahi jenis satwa liar, seperti kucing bakau, kera jenis lutung, ular bakau, berang berang, berbagai jenis burung dan ikan serta hewan laut lain.
"Hutan kota ini bisa menjadi penawar luka dunia pariwisata Dumai yang melesu, dan melakukan pengembangan secara menyeluruh dengan mengarah ke muara sungai yang banyak dipenuhi sampah," jelasnya.
Diketahui, areal konservasi bandar bakau Dumai dalam setahun mencatat kunjungan masyarakat umum mencapai 32 ribu orang, diluar kedatangan para ilmuwan dan akademisi melakukan penelitian ilmiah mangrove dan berbagai satwa liar.
Dengan berbagai kemajuan diraih, PAB Club mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan dibentuk status hutan kota dan dikelola sepenuhnya untuk konservasi dan pelestarian mangrove serta habitat hidup sejumlah satwa liar.
"Kami berharap pemerintah dan legislatif mengajukan proses hibah penetapan status konservasi bandar bakau menjadi hutan kota ke Pusat agar dapat melakukan pelestarian mangrove dan pengembangan wisata bahari unggulan," terang dia.
Penetapan status hutan kota nantinya juga akan memudahkan pemerintah daerah untuk melakukan upaya konservasi perairan tujuh pulau kecil yang berhadapan dengan bandar bakau.
(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Traveler
Pemkab Kuansing Upayakan Perbaikan Pengelolaan Objek Wisata
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Traveler
Pemkab Siak Percantik Kawasan Wisata Danau Naga Sakti
-
Ekbis
Gubernur Riau Perkenalkan Pasar Bawah Kepada Tamu OSN 2017

