• Home
  • Traveler
  • Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya

Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya

Rabu, 12 Juli 2017 20:06 WIB
SIAK - Saat ini Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACB) sedang melakukan survey perencanaan teknis bangunan gedung cagar budaya. 

Hal ini semakin memperkuat Negeri Istana itu mengharumkan nama Riau. Pasalnya, hanya tiga daerah di Indonesia yang disurvey, satu di antaranya Siak.

Kepala Dinas Pekerjaan Uumum, Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Siak, Ir Irving Kahar ME, mengatakan tim TACB yang dibentuk berdasarkan SK Presiden ini melakukan survey sejak tanggal 12 sampai 14 Juli mendatang. 

Dan survey ini hanya dilakukan pada tiga daerah di Indonesia, masing-masing Kabupaten Siak, Kota Malang, dan Kabupaten Surakarta.

''Survey ini adalah awal penjaringan lokasi perencanaan teknis bangunan gedung cagar budaya yang dilakukan TACBN yang datang sebanyak 3 orang bersamaan dengan Kementerian PU, yaitu Ibu Nadya, Ibu Ira dan Pak Yudha. Mereka yang akan menilai apakah bangunan ini akan dilakukan restorasi atau rehabilitasi ataupun konsolidasi,'' ungkap Irving.

Tindak lanjut dari survey awal ini, kata Irving, akan dilakukan penilaian untuk memilih hanyasatu bangunan gedung cagar budaya di salah satu kab/kota untuk selanjutnya disusun dokumen perencanaan teknisnya di tahun 2017 ini.

Irving menjelaskan, di Kabupaten Siak terdapat 13 bangunan cagar budaya nasional, hal ini sesuai dengan SK Kemenbudpar no KM.13/PW.007/MKP/2004, sebanyak 9 bangunan cagar budaya skala nasional.

Selain itu ada juga berdasarakan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata no PM.87/PW.007/MKP/2011, sebanyak 4 bangunan cagar budaya.

''Perjuangan untuk mencapai Kota Pusaka ini juga berkat kordinasi dan kerja sama dengan Satuan Kerja Penataan Bangunan Lingkungan yang ada di Provinsi Riau,'' ucap Irving.

Sementara itu Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, mengatakan kerja sama semua pihak sangat diharapkan. Sebab, jika pada akhirnya survey Siak nantinya tinggi jelas bisa terpilih dalam pembangunan gedung cagar budayanya.

''Kita beruapaya merebut hasil survey tertinggi, karena dana dari Pemerintah Pusat akan mengucur ke daerah kita. Sementara jika kita mengharapan dana dari daerah rasanya tidak mungkin karena kondusi ekonomi dan keuangan yang sedang sulit seperti sekarang ini,'' ucap Syamsuar.

(arf/grc)
Tags
Komentar