Diduga Terlibat Pembakaran Lahan,

Konsul Malaysia Tolak Minta Maaf Terkait PT ADEI

Rabu, 12 Februari 2014 11:35 WIB

PEKANBARU - Konsulat Malaysia enggan meminta maaf terkait aksi pembakaran lahan yang dilakukan perusahaan sawit negara jiran itu, yakni PT ADEI Plantation and Industry di Kabupaten Pelalawan. 

Padahal saat aksi di Konsulat Malaysia, dua organisasi pencinta lingkungan, yaitu Jikalahari dan Walhi Riau menuding PT ADEI membakar lahan seluas 540 hektare. 

Saat dimintai tanggapan terkait PT ADEI, Konsul Malaysia H Azizan bin H Ismail menyebutkan meski PT ADEI merupakan perusahaan asal Malaysia namun pihak tidak memiliki wewenang untuk mengusir dari Riau, seperti desakan Walhi dan Jikalahari Riau.

'PT ADEI itu kan sebuah serikat (perusahaan, Red). Di mana-mana demokrasi jika ada persoalan ini, itu adalah tanggung jawab investor bersangkutan, " kilahnya. 

Azizan juga mengkoreksi soal tudingan Walhi dan Jikalahari yang telah melakukan pembakaran lahan seluas 540 hektare. Setahu dia, dari data pihak kepolisian lahan yang terbakar hanya 40 hektare, bukan seluas 540 hektare. 

Sebelumnya, Walhi Riau dan Jikalahari mendesak Malaysia melalui konsulat mereka di Pekanbaru untuk minta maaf karena tindakan perusahaan asal Malaysia membakar lahan.

Apalagi tahun lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah meminta maaf kepada pemerintah Malaysia karena kabut asap telah sampai ke negara jiran tersebut.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar