Kualitas Udara di Kota Dumai Mulai Tidak Sehat

Selasa, 20 Oktober 2015 23:55 WIB
DUMAI - Maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi diwilayah sekitar Sumatera dan Kalimantan, memicu semakin buruknya kualitas udara di Kota Dumai. Sementara adapun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sesuai ketetapan adalah kategori baik 0-50 dengan warna hijau. 

Kemudian dari kategori sedang 51-100 dengan warna biru; kategori tidak sehat 101-199 dengan warna kuning; kategori sangat tidak sehat 200-299 dengan warna merah; kategori berbahaya 300-500 dengan warna hitam. 

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Dumai, Bambang Surianto, bila dilihat sejak beberapa hari lalu, kondisi udara di Kota Dumai sudah kembali memasuki kategori Tidak Sehat, bahkan bisa mencapai kondisi udara yang Berbahaya. 

"Semalam pada Senin (19/10) kualitas udara Kota Dumai sempat berada pada level 447 PSI dengan status Berbahaya. Sementara hari ini (Selasa, red), kondisi udara lebih sedikit membaik dibanding Senin kemarin dengan kualitas udara yang berada dilevel 414 PSI dan masih berkutat pada level Berbahaya," katanya, Selasa (20/10). 

Dijelaskan Bambang, perhitungan ISPU yang didapat oleh KLH Kota Dumai tersebut masih berasal dari alat milik PT. Chevron Pacific Indonesia ( CPI), sementara KLH Kota Dumai sendiri belum memiliki alat pemantau ISPU tersebut. 

"Hingga saat ini Pemko Dumai melalui KLH Kota Dumai masih bergantung pada perusahaan seperti PT. CPI dalam memantau kondisi udara ataupun ISPU di Kota Dumai. Nantinya laporan ISPU tersebut akan diterima KLH disetiap harinya melalui email yang dikirimkan PT. CPI kepada KLH Kota Dumai. Dan untuk data hari ini (Selasa, red) telah dikirimkan PT. CPI melalui email sesuai pengukuran yang dilakukan pada pukul 07:08 WIB," terangnya.

Masih katanya, kabut asap yang menyelimuti Kota Dumai saat ini mengandung berbagai partikel berukuran 10 dan 2,5 mikron sisa dari pembakaran yang tak sempurna. Dan partikel itu sangat berbahaya bagi kesehatan jika terhirup. 

"Namun jika dibanding bencana kabut asap lalu, jumlah partikel yang dikandung kabut asap saat ini tak separah dulu. Pasalnya, bencana kabut asap yang saat ini menimpa Kota Dumai merupakan kabut asap kiriman yang terbawa angin. Sehingga partikel yang dikandungnya tak lagi banyak, namun tetap mengancam kesehatan," jelasnya.

Untuk itu, himbau Bambang, bagi masyarakat Kota Dumai khususnya kelompok dengan resiko tinggi seperti Bayi, Balita, Ibu Hamil dan Menyusui serta Lansia agar dapat mengurangi kegiatan di luar rumah dan terus memakai masker untuk mengantisipasi berbagai penyakit yang timbul akibat kabut asap.

"Kepada seluruh masyarakat Kota Dumai agar dapat mengurangi kegiatan diluar rumah khususnya kelompok dengan resiko tinggi, senantiasa menggunakan masker, perbanyak konsumsi air putih, jangan membakar sampah dan kurangi konsumsi rokok bagi yang merokok," tutupnya. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar