Dua Kakak Beradik Menderita Gizi Buruk di Rohil
Selasa, 20 Oktober 2015 23:52 WIB
ROKAN HILIR - Dua kakak beradik yakni Laila (9) dan Lasmini (5), asal Kepenghuluan Teluk Pulai Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas (palika) menderita penyakit gizi buruk.
Keduanya kini tengah di rawat di salah satu ruangan Flamboyan lantai 2 RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi sejak dua hari lalu. Sementara penyakit ini diderita keduanya semenjak 15 hari lalu.
Saat ditemui Selasa (20/10/2015), kedua anak ini terlihat lemas di atas dua ranjang berbeda namun bersebelahan di ruang perawatan. Sementara kedua orang tuanya ditemani sang nenek terlihat setia menemani kedua anak ini.
Misna (35) ibu kandung kedua anak ini menuturkan, kalau dirinya tidak mengetahui kalau kedua anaknya menderita penyakit gizi buruk.
"Awalnya kedua anak saya masuk angin dengan keluhan sakit di bagian perut. Namun, semakin hari perut anak saya semakin membengkak dan hal ini membuat saya khawatir dan mencoba membawa keduanya ke Puskesmas Panipahan yang jarak temuhnya sekitar 2 jam perjalanan dari rumah kami," kata Misna.
Dari Puskesmas Panipahan yang ditangani dr Netty diketahui kalau kedua anak ini menderita gizi buruk dan diminta agar dirujuk ke RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi.
Dirinya tidak menyangka kalau kedua anak dari 8 adik beradik ini akan menderita penyakit seperti itu. Padahal aku ibunya, kedua anaknya setiap hari diberi makanan layaknya orang biasa, seperti nasi, ikan dan sayur. Namun, berdasarkan pengakuan Misna, kedua anaknya ini setiap hari ia tinggal bersama sang kakak yang berusia sekitar 20 tahun karena dirinya harus bekerja di PT HPP Dana Hijau tak jauh dari tempat tinggalnya sebagai buruh lepas.
Sementara sang ayah setiap hari juga tidak ada di rumah karena harus melaut mencari ikan. Dari dua anak yang menderita gizi buruk ini Laila yang paling parah karena perutnya terlihat sangat membengkak, sementara Lasmini bagian perutnya terlihat membengkak namun tidak seberapa.
Kedua orang tua anak ini berharap pemerintah bisa memperhatikan mereka dengan menghulurkan bantuan untuk biaya berobat supaya mereka bisa membuat anaknya sembuh kembali.
Sementara itu, menurut dokter spesialis anak, dr Suratmin Spa yang menangani kedua anak ini mengaku berdasarkan hasil pemeriksaanya jelas keduanya menderita penyakit gizi buruk.
Untuk menangani penyakit seperti ini aku Suratman, dibutuhkan waktu yang lama dan paling cepat 6 minggu. Karena harus melewati tifa fase yang diantaranya Fase Stabilisasi, Fase Transisi dan Fase Rehabilitasi. Untuk hari pertama dan kedua akan di lakukan Fase Stabilisasi, kemudia di hari ketiga dan selanjutnya sampai hari ke 13 akan dilakukan Fase Transisi dan yang terakhir hari ke 14 hingga minggu ke enam memasuki Fase Rehabilitasi," kata Suratman menjelaskan.
"Kita sangup menangani kedua anak ini asalkan kedua orang tuanya koperatif. Jika ada sanak saudara yang datang menjenguk dan memberikan makanan kita minta agar membawa makanan yang sifatnya bergizi saja untuk membantu kesembuhan kedua anak ini sepeti Tempe dan Telur," sebutnya. Saat ditanyai apa penyebab sehingga kedua anak ini menderita penyakit gizi buruk, Suratmin menjelaskan kalau penyebab utamanya dalah asupan makan.
Kepala Dinas Kesehatan, Dr HM Junaidi Saleh ketika dihubungi menjelaskan bahwasanya salah satu dari kedua anak ini sudah menderita gejala penyakit ini sejak umur 8 bulan, informasi ini didapatkan dari laporan pihak Puskesmas Panipahan.
"Sebenarnya anak ini sudah lama sakit sejak umur 8 bulan. Kita dari Diskes melalui Puskesmas setempat sudah sering memberikan bantuan sesuai program kita dari Diskes untuk gizi buruk yakni susu hingga usia 5 tahun. Namun, sang ibu tidak koperatif dan tidak pernah datang ke Puskesmas setelah bantuan pertama," kata Junaidi.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Suyatno Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Rokan Hilir
-
Maritim
ICMI Rohil Akan Gelar Pelatihan Ternak Lele Bioflok
-
Kesehatan
Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Rohil Dirikan 3 RTK
-
Traveler
Pemkab Rohil Terus Berhani Objek Wisata Pulau Jemur
-
Hukrim
Mantan Kepala Bappeda Rohil Lolos dari Kasus Korupsi Jembatan Pedamaran II
-
Sosial
Noprio Sandi Resmi Jabat Ketua PWI Rohil 2016-2017

