- Home
- Lingkungan
- Lusa, Pesawat Mulai Dikerahkan untuk Bom Air Karhutla
Lusa, Pesawat Mulai Dikerahkan untuk Bom Air Karhutla
Sabtu, 01 Maret 2014 13:13 WIB
JAKARTA - Berdasarkan hasil survei udara dan darat terpantau beberapa lokasi kebakaran lahan dan hutan di Riau. Diperkirakan lahan terbakar 6.000 hektar. Dan rencannya Senin (3/3/14) water bom sudah dioperasikan di Riau untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan dan hutan di Riau.
Kawasan konservasi alam dunia Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis dan Taman Nasional Tesso Nelo dibakar oleh sekelompok orang. Terpantau pondok-pondok yang dibangun oleh pembakar. Beberapa koordinat lokasi kebakaran juga terdapat di perkebunan.
"Kebakaran di Cagar Biosfer sangat parah. Asap tebal menyebar ke Kota Pekanbaru, Bengkalis, Siak, dan Meranti. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Bengkalis 375 dan di Duri Field 500. Artinya sudah pada tingkat berbahaya," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Sabtu (1/3/14).
Ditambahkan Sutopo, Kemenhut melaporkan jumlah titik api dari NOAA18 di Riau ada 70 titik pada Sabtu (1/3) yaitu di Rohil 6, Rohul 1, Dumai 18, Bengkalis 15, Meranti 2, Siak 3, Pelalawan 20, Inhu 1, Inhil 3, dan Kuansing 1. "1.500 personil dari TNI, Polri, BKSDA, Manggala Agni, BPBD, SKPD dan Masyarakat Peduli Api dikerahkan untuk pemadaman di Cagar Biosfer, TN Tesso Nello dan lokasi kebakaran," terangnya.
Menurutnya, luasnya wilayah yang terbakar, akses yang sulit dan terbatasnya air menyebabkan pemadaman sulit dilakukan. Tim satgas darat, lanjutnya, berhasil memadamkan api dari 92 titik menjadi 46 titik. Manggala Agni yang beroperasi di Desa Lubuk Kembang Bungo, Rengat dan Siak berhasil memadamkan api 76 Ha. "Diperlukan pemadaman udara dengan kapasitas yang besar," ujarnya.
Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah meminta mempercepat water bombing dan modifikasi cuaca (TMC). Saat ini helicopter Sikorsky buatan Rusia masih di Malaysia. Diharapkan Senin (3/3) sudah bisa dioperasikan di Riau. TMC persiapan dan mobilisasi alat.
"Senin depan pesawat Casa 212 sudah berada di Riau untuk TMC. Kemenhub telah membantu administrasi perijinan udara," katanya.
Saat ini sudah ada penyidikan terhadap 31 kasus dan 26 sudah menjadi tersangka dalam penegakan hukum oleh Polri dan PPNS Kemenhut, KLH dan Kemenhut.***(jor)
Kawasan konservasi alam dunia Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis dan Taman Nasional Tesso Nelo dibakar oleh sekelompok orang. Terpantau pondok-pondok yang dibangun oleh pembakar. Beberapa koordinat lokasi kebakaran juga terdapat di perkebunan.
"Kebakaran di Cagar Biosfer sangat parah. Asap tebal menyebar ke Kota Pekanbaru, Bengkalis, Siak, dan Meranti. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Bengkalis 375 dan di Duri Field 500. Artinya sudah pada tingkat berbahaya," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Sabtu (1/3/14).
Ditambahkan Sutopo, Kemenhut melaporkan jumlah titik api dari NOAA18 di Riau ada 70 titik pada Sabtu (1/3) yaitu di Rohil 6, Rohul 1, Dumai 18, Bengkalis 15, Meranti 2, Siak 3, Pelalawan 20, Inhu 1, Inhil 3, dan Kuansing 1. "1.500 personil dari TNI, Polri, BKSDA, Manggala Agni, BPBD, SKPD dan Masyarakat Peduli Api dikerahkan untuk pemadaman di Cagar Biosfer, TN Tesso Nello dan lokasi kebakaran," terangnya.
Menurutnya, luasnya wilayah yang terbakar, akses yang sulit dan terbatasnya air menyebabkan pemadaman sulit dilakukan. Tim satgas darat, lanjutnya, berhasil memadamkan api dari 92 titik menjadi 46 titik. Manggala Agni yang beroperasi di Desa Lubuk Kembang Bungo, Rengat dan Siak berhasil memadamkan api 76 Ha. "Diperlukan pemadaman udara dengan kapasitas yang besar," ujarnya.
Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah meminta mempercepat water bombing dan modifikasi cuaca (TMC). Saat ini helicopter Sikorsky buatan Rusia masih di Malaysia. Diharapkan Senin (3/3) sudah bisa dioperasikan di Riau. TMC persiapan dan mobilisasi alat.
"Senin depan pesawat Casa 212 sudah berada di Riau untuk TMC. Kemenhub telah membantu administrasi perijinan udara," katanya.
Saat ini sudah ada penyidikan terhadap 31 kasus dan 26 sudah menjadi tersangka dalam penegakan hukum oleh Polri dan PPNS Kemenhut, KLH dan Kemenhut.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

