- Home
- Lingkungan
- Pergerakan Angin Berotensi Kirim Asap Riau ke Malaysia dan Singapura
Pergerakan Angin Berotensi Kirim Asap Riau ke Malaysia dan Singapura
Sabtu, 01 Maret 2014 13:14 WIB
PEKANBARU - Jika tidak segera diatasi, Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin beberapa waktu lalu menyatakan kabut asap yang saat ini melanda Riau dan Sumatera Utara akan dapat mengganggu negeri jiran Malaysia dan Singapura.
Pasalnya, kendati saat ini arah angin menuju barat daya dan selatan, Mei-juni nanti arah angin diprediksi bisa berbalik arah.
"Pergerakan angin dari timur laut menuju barat daya dan selatan sehingga asap Riau turut mengganggu kawasan Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu. Dikhawatirkan, pergerakan arah angin akan berbalik arah dari selatan ke utara pada bulan Mei-Juni menuju Singapura dan Malaysia. Jika kebakaran lahan tidak dilakukan antisipasi dari sekarang, bakal mengganggu negara tetangga," jelasnya.
Potensi hujan di wilayah Riau kata Sugarin, sedikit pun tidak ada awan konvektif, bahkan langit Riau nyaris tertutup asap pekat. Potensi hujan justru terjadi di wilayah Sumatra Barat.
Karena tidak ada awan konvektif, tambahnya, upaya untuk melakukan hujan buatan (modifikasi cuaca) tidak bakal efektif. Yang efektif menurutnya memang pemadaman melalui jalur udara dengan menggunakan bom air.
Terkait dengan hal itu, Pemprov Riau sudah meminta Bantuan BNPB berupa perlengkapan pemadam api lewat darat, serta pemadaman lewat udara berupa satu pesawat bom air B-200 kapasitas air 20 ton dan helikopter Kamov untuk water bombing dengan kapasitas air 4,5 ton.***(H-we)
Pasalnya, kendati saat ini arah angin menuju barat daya dan selatan, Mei-juni nanti arah angin diprediksi bisa berbalik arah.
"Pergerakan angin dari timur laut menuju barat daya dan selatan sehingga asap Riau turut mengganggu kawasan Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu. Dikhawatirkan, pergerakan arah angin akan berbalik arah dari selatan ke utara pada bulan Mei-Juni menuju Singapura dan Malaysia. Jika kebakaran lahan tidak dilakukan antisipasi dari sekarang, bakal mengganggu negara tetangga," jelasnya.
Potensi hujan di wilayah Riau kata Sugarin, sedikit pun tidak ada awan konvektif, bahkan langit Riau nyaris tertutup asap pekat. Potensi hujan justru terjadi di wilayah Sumatra Barat.
Karena tidak ada awan konvektif, tambahnya, upaya untuk melakukan hujan buatan (modifikasi cuaca) tidak bakal efektif. Yang efektif menurutnya memang pemadaman melalui jalur udara dengan menggunakan bom air.
Terkait dengan hal itu, Pemprov Riau sudah meminta Bantuan BNPB berupa perlengkapan pemadam api lewat darat, serta pemadaman lewat udara berupa satu pesawat bom air B-200 kapasitas air 20 ton dan helikopter Kamov untuk water bombing dengan kapasitas air 4,5 ton.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

