- Home
- Lingkungan
- Menko Kesra Tetapkan Udara di Riau Berbahaya
Menko Kesra Tetapkan Udara di Riau Berbahaya
Jumat, 28 Februari 2014 09:37 WIB
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, mengatakan saat ini udara di Riau sangat tidak sehat akibat asap dari kebakaran hutan dan hutan (Harhutlah). Bahkan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Riau sudah mencapai 500.
"Ini kondisi berbahaya, perlu penanganan yang cepat," kata Agung Laksono di Jakarta, (27/2/14).
Untuk itu, bencana asap di lima provinsi di Sumatera ini perlu penanganan khusus sehingga pemerintah pusat harus turun tangan.
"Ini kondisi berbahaya, perlu penanganan yang cepat," kata Agung Laksono di Jakarta, (27/2/14).
Untuk itu, bencana asap di lima provinsi di Sumatera ini perlu penanganan khusus sehingga pemerintah pusat harus turun tangan.
"Bapak Presiden menunjuk pemimpin BNPB jadi pengendali pusat, pemda membantu, dan TNI Polri commander-nya setempat," sebut politisi Partai Golkar ini.
Ditambahkan Agung, guna mencegah asap masuk ke saluran pernapasan, dirinya sudah meminta Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi akan membagikan masker gratis bagi masyarakat yang terkena dampak bencana asap itu.
Ditambahkan Agung, guna mencegah asap masuk ke saluran pernapasan, dirinya sudah meminta Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi akan membagikan masker gratis bagi masyarakat yang terkena dampak bencana asap itu.
Selain itu, ia juga akan memperbanyak obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
"Terutama masker karena untuk melindungi dari bahaya ISPA. Apalagi jarak pandang di wilayah Riau saat ini kurang dari 1 km," ujarnya.
Pemprov Riau sendiri sudah menetapkan status tanggap darurat kabut asap yang dipicu pembakaran hutan dan lahan yang setiap tahunnya selalu terjadi.***(jor)
"Terutama masker karena untuk melindungi dari bahaya ISPA. Apalagi jarak pandang di wilayah Riau saat ini kurang dari 1 km," ujarnya.
Pemprov Riau sendiri sudah menetapkan status tanggap darurat kabut asap yang dipicu pembakaran hutan dan lahan yang setiap tahunnya selalu terjadi.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

