Menteri LHK Undang LSM Lingkungan Hidup Bahas TNTN

Sabtu, 23 Juli 2016 18:07 WIB
PEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Men-LHK) Siti Nurbaya sudah siapkan tim kerja melakukan identifikasi lapangan untuk menuntaskan persoalan Taman Nasional Tesso Nelo (TNTN). 

Tim yang sudah dibentuk pada Maret lalu itu, hari ini di Hotel Pangeran, Sabtu (23/7/16) kembali membahasnya bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

Diantaranya, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), World Wildlife Fund (WWF), Serikat Tani Indonesia (STI), Yayasan TNTN, termasuk Forum Transparasi Untuk Anggaran (Fitra). 

"Tim kerja disiapkan sejak Maret dan sudah melakukan identifikasi lapangan semua persoalan yang ada di TNTN. Tekhnis kerja tim ini merevitalisasi kawasan ekosistem," kata Siti Nurbaya.

Fokus penyelesaiannya berbasis masyarakat. Kemen-LHK akan melibatkan pemerintah daerah bersama unsurnya untuk mendapatkan jalan tengah. 

Upaya ini disebut Siti Nurbaya dengan kolaborasi menyelesaikan persoalan TNTN yang selama ini selalu menjadi pekerjaan rumah (PR) oleh baik pusat mau pun daerah yang berkuasa. 

Saat mendengarkan hal-hal yang disampaikan para LSM, Siti Nurbaya akan mengaku akan menginputnya menjadi bahan pertimbangan dalam rangka penyelesaian TNTN tersebut. 

"Tadi memang ada beberapa persoalan disampaikan seperti tata batas, sertifikat, kemudian menanam sawit tapi tak berkualiatas. Kemudian ada juga beberapa bagaimana patroli di TNTN, pola berbasis masyarakat. Kemudian, disampaikan juga soal pelanggaran masyarakat yang seenaknya mengelola masyarakat. Kemudian cukong-cukong berduit yang menabrak hukum seenaknya," papar Siti Nurbaya. 

Dengan begitu, masyarakat yang ada di TNTN yang selama ini dipolemikan dengan status kawasannya bisa memanfaatkan lahan garapannya dengan membentuk sebuah kelompok seperti koperasi hingga menjadi sistematis atau kata lain masyarakat berpenghasilan. 

Lebih lanjut, Siti mengaku tidak memungkinkan mengeluarkan lagi masyarakat yang ada di TNTN, khususnya kawasan yang sudah disulap menjadi kegiatan ekonomi. 

Namun dia juga menyatakan kesulitan menuntaskan karena ulah cukong berduit dan oknum aparat yang membackingi kegiatan-kegiatan usaha dikawasan taman nasional tersebut. 

Siti sempat menyatakan akan berkoordinasi dengan panglima TNI dan Kapolri sepulangnya dari Pekanbaru nanti. 

"Kita harus lihat skema persoalan di lapangan seperti apa. Penangannya harus sistematis. Inikan persoalannyakan sudah berapa belasan tahun. Kan tidak pernah selesai," ujar menteri.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar