• Home
  • Lingkungan
  • PLN Rayon Selatpanjang: Arus Listrik Rusak Akibat Layangan

PLN Rayon Selatpanjang: Arus Listrik Rusak Akibat Layangan

Jumat, 10 Januari 2014 12:41 WIB

SELATPANJANG - Managemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Selatpanjang mengungkapkan, salah satu bentuk gangguan yang kerab merusak  dan memutuskan arus atau aliran listrik kepada konsumen adalah akibat layangan.

Anak-anak yang kerab bermain layangan di dekat jaringan PLN, sangat beresiko merusak jaringan, maupun ancaman keselamatan manusia.  Untuk itu kita berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Meranti, dimanapun berada agar menjauhkan  diri dari tiang listrik jika hendak bermain layangan.

“Jadi diharapkan jangan dekat jaringan listrik saat bermain layangan,“ungkap Doddy Prariady, Manager PT PLN Rayon Selatpanjang,  kepada Haluan Riau di Selatpanjang Kamis (9/01/2014) kemarin.

Bermain layangan dekat dengan kabel listrik biarpun bertegangan rendah, apalagi kabelnya terkelupas  kata Doddy, jika benang layangan itu basah atau saat musim hujan, lalu bersinggungan dengan kabel listrik tersebut, maka seketika pemain layangan itu akan kesentrum listrik.

Benang basah mengantarkan arus listrik. Tidak hanya benang, tapi juga semua benda basah jika terkena arus listrik maka akan sangat membahayakan keselamatan manusia.

Seperti kayu basah, bambu dan lain sebagainya yang menyentuh kabel listrik tersebut akan mengantarkan arus. Sehingga siapapun yang memegang benda  tersebut akan mengalami sengatan listrik.

Telah banyak kejadian yang merenggut nyawa manusia yang tidak sengaja memanjat pohon atau menebang pohon di tepi jaringan kabel, dan tersentuh oleh manusia.

Untuk itu juga diwajibkan bagi pohon atau tanaman milik masyarakat yang menjulang dan menimpa kebel listrik agar dijauhkan dari jaringan dengan menebang pohon secara hati-hati,”katanya.  

“Jadi gangguan benang layangan yang sangkut pada kabel listrik di lingkungan Rayon Selatpanjang maupun yang dialami oleh sub rayon lainnya memaksa terjadinya kerusakan bagi mesin dan peralatan PLN itu sendiri.

Jika hal itu terjadi, bukan hanya masyarakat yang akan mengalami pemutusan listrik, tapi juga pihak PLN itu sendiri pasti akan rugi dengan mengganti kerusakan peralatan akibat korsleting tersebut.

Untuk itu kita berharap kepada para orangtua agar menasehati para anak-anaknya untuk tidak bermain layangan berdekatan dengan tonggak listrik.

Demikian juga kita berharap kepada para guru atau kalangan pendidik juga bisa menyisipkan memberikan nasehat atau amaran bagi pelajar. Terutama anak pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMP. Mereka terlalu asyik bermain tanpa memperhitungkan keselamatan diri. Dan jika  itu terjadi, toh kita sendiri yang akan rugi.

“Inilah harapan kami kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat memahami jika bermain layangan hendaknya jauh dari jaringan listrik,”harap Doddy senada dengan Fauzar Zain.***(fan/roy/hkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar