- Home
- Lingkungan
- Pandam I BB Tinjau Lokasi Gugurnya Pratu Wahyudi di Rohil
Pandam I BB Tinjau Lokasi Gugurnya Pratu Wahyudi di Rohil
Rabu, 31 Agustus 2016 15:36 WIB
ROKAN HILIR - Pangdam I Bukit Barisan (BB) Mayjen Ledwyk Pusung meninjau lokasi Prajurit Den Arhanud Rudal 004 Dumai yang gugur saat padamkan kebakaran lahan dan hutan di Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko Rohil.
Peninjauan untuk melakukan evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) prajurit dalam memadamkan karlahut kedepan.
Peninjauan yang diakuinya agak terlambat, Rabu (31/8/16) karena menghilangkan kesedihan terlebih dahulu.
"Baru saya mengevaluasi, apa sih yang harus kita lakukan kedepan itu, terutama untuk prajurit saya," katanya. Karena terus terang, kejadian yang membuat Pratu Wahyudi gugur dianggapnya sangat heroik dan penuh perjuangan seorang prajurit.
“Kemaren itu memang sangat-sangat heroik anak itu saya lihat, almarhum itu, kenapa, karena setelah kita jalani tadi, itu dia bisa keluar dari tempat yang terbakar itu, dia masih bisa berlari lebih kurang 500 meter lagi, dia keluar dari situ, dalam kondisi si alamarhum ini sudah terbakar,” katanya.
Maka kedepan dia mengevaluasi SOP mereka. “Nah, inilah yang saya lihat kedepan, makanya konteksnya saya disini, esensinya adalah, saya mau mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) kami ini seperti apa kedepan," katanya.
"Karena biasa prajurit saya ini dia ni dengan kepercayaan diri yang tinggi, dia kadang-kadang sendiri, kadang-kadang cuma berdua, untuk memadamkan api,” katanya.
Perbaikan SOP itu minimal satu tim enam orang dan tidak boleh terpisah, karena sangat berbahaya.
“Karna sangat berbahaya, saudara-saudara lihat tadi, kelihatan hutannya seperti itu, tapi kita masuk kedalam, luar biasa gambutnya. Saya sama Pak Wakil Bupati bisa 75 centi tadi masuk kedalam, itupun ditarik sama teman, kalau ndak, ngak keluar tadi,” paparnya.
Pangdam berharap kedepan, karena lokasi rawan karlahut dikawasan itu masih kesulitan air, disarankan kepada Wakil Bupati Drs. Djamiluldin untuk membuat embung-embung, supaya kalau ada kebakaran lagi, prajurit tinggal membawa alat dan mengambil air.
“Seperti sekarang agak reda lagi dia, kita harus berpikir, bagaimana mencegah agar tidak terjadi kebakaran. Yang paling utama lagi, saya akan melakukan operasi yustisi, operasi yustisi itu tujuannya untuk mencari pendatang-pendatang yang ada dikebun-kebun ini,” tegasnya.
Operasi tersebut bersama kepolisian dan pemerintah daerah, mencari masyarakat-masyarakat pendatang yang membakar lahan dikawasan itu.
“Dan saya mendengar memang sengaja ada yang didatangkan disini, dibayar Rp150 ribu, kemudian dia membakar, dan biasanya membakar pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, pada saat pasukan sedang istirahat, kemudian dia melakukan pembakaran. Karena itu memang kesengajaan. Kesengajaaan,” tegasnya.
Bekerja sama dengan berbagai pihak, dia berharap karlahut bisa dicegah. “Mudah-mudahan kedepan bisa kita tekan, dan memang kita bandingkan, saya tahun yang lalu sebagai Pangdam, tahun yang lalu bulan-bulan seperti ini, Riau tertutup asap, sekarang terus terang dari hasil evaluasi kita bisa kita tekan, tapi akan lebih bagus lagi kalau bisa kita buat jadi zero, nol, asap ini, dan kita akan selalu bahu membahu melakukan kegiatan ini,” pungkasnya.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

